103 RTLH di Beji Direhab

0

godepok – Sekitar 103 Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Beji pada tahun 2018 ini direhab dari pokok pikiran anggota DPRD Kota Depok dan Musrenbang.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Beji Kuntoro kepada wartawan mengatakan awalnya ada sekitar 110 RTLH di Kecamatan Beji yang direhab.

Dikarenakan ada beberapa persyaratan yang tidak memadai maka RTLH yang mendapatkan perbaikan sekitar 103 milik warga.

“Dalam pengajuan kita ada sekitar 110 RTLH yang direhab karena ada salah satu persyaratan yang kurang lengkap maka ada RTLH warga dicoret dan tidak mendapatkan rehab,”katanya.

Bahkan ada RTLH yang sudah diajukan perbaikan sebelumnya diajukan sudah dijual sehingga RTLH tersebut batal diperbaiki.

Dia berharap warga yang mendapatkan perbaikan RTLH untuk memanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Camat Beji Ues Suryadi menambahkan perbaikan RTLH yang sudah terdata bisa segera dilaksanakan sehingga selesai pada tepat waktu.

Sementara itu salah satu warga RW 10 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji Mpo Mini mengatakan rumahnya akan direhab dengan pokok pikiran anggota DPRD Kota Depok Rezky M Noor.

“Kami ucapkan terima kasih atas rencana perbaikan RTLH kami, dimana sebelumnya rumah kami kondisinya sudah rusak,”katanya.

Kepala Bidang Perbendaharaan dan Pengelolaan Belanja Pegawai Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Nurlaelah mengatakan setiap RTLH yang akan mendapat bantuan, akan di verifikasi terlebih dahulu oleh konsultan perencanaan, kemudian konsultan tersebut akan menilai seberapa besar kerusakan pada rumah tersebut.

Lebih lanjut Nurlelah mengatakan, Hal tersebut dilakukan karena anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kota Depok sangat terbatas sehingga pekerjaan harus di fokuskan pada hasil verifikasi yang telah ditetapkan oleh konsultan.

” Jika tidak difokuskan pada hasil verifikasi dikhawatirkan tidak selesai sesuai rencana, dan selain itu, ketika pihak inspektorat melakukan pemeriksaan, mereka juga akan melihat dari RAB konsultan,” terangnya.

Dia mengatakan masyarakat juga harus paham dengan pemberian bantuan tersebut, karena bantuan RTLH tidak dimaksudkan untuk perbaikan keseluruhan rumah, namun perbaikan yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan, dan perbaikan harus sesuai dengan informasi dari konsultan.

“Jadi bantuan tersebut bukan untuk perbaikan secara keseluruhan, tapi perbaikan yang dilakukan tergantung dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh konsultan dan sesuai dengan anggaran yang ada,” katanya.

Sementara, khusus Kecamatan Bojongsari, pihaknya berharap pengerjaan bisa secepatnya dilakukan mengingat saat ini sudah mulai proses pencairan.

Secara aturan yang berlaku, pengerjaan harus dilakukan selama dua minggu sejak pencairan uang ke masyarakat.

Pengerjaan harus dilakukan selama dua minggu sejak proses pencairan sudah terlaksana dan pengawasan akan dilakukan oleh tim monev yang ada di tiap kelurahan untuk memantau sejauh mana perbaikan RTLH tersebut.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here