5196 Peserta Berebut Kuota 356 CPNS

0
5

godepok-SeputarDepok. Sekitar 5.196 orang mengikuti proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), di Kota Depok, Dari ribuan peserta itu, Pemerintah Kota Depok menyiapkan kuota sebanyak 356 orang.

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilaksanakan di Hotel Bumi Wiyata Jalan Margonda, Kecamatan Beji pada Rabu(12/2).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri menjelaskan, proses seleksi penerimaan CPNS bakal berlangsung selama empat hari, terhitung mulai dari saat ini.

“Sekarang empat gelombang, besok lima gelombang. Hari Jumat empat gelombang dan Sabtu lima gelombang lagi,” katanya.

Supian mengatakan, kuota yang disiapkan Pemerintah Kota Depok mencapai sekira 356 formasi.

Terdiri dari 250 tenaga pendidik, 49 tenaga kesehatan dan 79 tenaga teknis dan dari jumlah keseluruhan yang dibutuhkan,dua persen diantaranya di khususkan untuk penyandang disabilitas.

Namun demikian, Supian tak menampik jika angka tersebut belum cukup ideal mengingat jumlah PNS di Pemerintah Kota Depok masih sangat terbatas.

“Ya kalau secara keseluruhan itu seharusnya 13 ribu pegawai, tapi yang ada saat ini 6.500 jadi masih kurang banyak. Hanya saja ketentuan pemerintah pusat dalam hal ini Menpan RB, dalam hal ini formasi itu ketentuannya berdasarkan zero grow,” katanya.

Itu artinya, kuota 356 hanya cukup untuk mengisi slot PNS yang pensiun.

“Jadi formasi itu berdasarkan jumlah pensiun saja. Jadi kalau jumlah pensiun kita 300 dikasih 300. Tapi alhamdulillah, saat ini jumlah kuotanya lebih dari pensiun kita. Jumlah pensiun kita 290-an ya, dan kita dapat formasi 356. Jadinya ada plus, enggak ada minus. Kita harapkan ke depan bisa lebih banyak lagi,” tuturnya

Supian mengaku bersyukur, banyak masyarakat yang antusias mengikuti proses seleksi CPNS.

Ia menilai, hal itu tidak terlepas dari peran wartawan yang telah ikut aktif mensosialisasikan program ini.

“Ya alhamdulillah termasuk publikasi dari teman-teman pers ya dari hari pertama pendaftaran. Kemudian kita dapat suport,” katanya.

Supian menegaskan, proses seleksi berlangsung dengan transparan, jujur dan adil.

Tidak ada pihak manapun yang bisa mengintervensi membantu kelulusan, itu kita gaungkan dari awal. Jadi ini murni hasil pribadi mereka.

“Itu bisa diliat ketika dia mengklik soal, jawabannya disana bisa langsung diliat. Jadi keluarga yang mengantar bisa melihat,” katanya

“Jadi ketika mereka selesai tes bisa kelihatan siapa yang masuk passing grade dan mana yang tidak. Itu yang saya ingatkan jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen ini,” katanya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here