ABG Ini Kerap Dijadikan PSK Dengan Modus BO

0

godepok-Peristiwa. AP (16) remaja yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya ternyata sudah lama menjadi pekerja seks komersial (PSK).

AP sudah berkali-kali dijajakan pada pria hidung belang oleh seorang perantara

“Dari hasil pendalaman terhadap informasi yang kami dapat ternyata korban sudah berkali-kali ditawarkan kepada pelanggan (pria),” kata Kapolresta Depok Kombes Azis Andriansyah di Mapolresta Depok pada Selasa(28/1)

Selain AP, ada satu remaja putri lagi yang juga dijadikan PSK yaitu ZF.

Kedua korban juga sudah berkali-kali dijajakan oleh jasa perantara prostitusi online tersebut.

“Korban ditawarkan kepada pelanggan dengan cara open BO melalui aplikasi MiChat,” ucapnya.

Tiga orang tersangka pun diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah Pachrul Rozy, AIR dan BS

“Mereka mendapatkan bagian dari hasil transaksi tersebut,” ucapnya.

Pachrul menjual AP sebanyak 15 kali dan ZF sebanyak lima kali.

AIR menawarkan AP sekitar 15 kali dan ZF sekitar 15 kali.

Sedangkan BS, menawarkan AP sekitar empat kali dan ZF sekitar 13 kali.

“Pelaku diduga Pelaku Tindak Pidana Eksploitasi Terhadap Anak dbawah Umur dan atau Perdagangan Manusia,” katanya.

Polisi Bongkar Praktek Prostitusi ABG di Apartemen di Margonda

Anggota Satreskrim Polres Metro Depok kembali berhasil mengungkap kasus temuan orang hilang yang diduga akan di eksploitasi secara ekonomi dan seksual disebuah apartemen di Jalan Margonda.

Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan pada Senin(27/1) mengatakan penemuan kasus ini sama dengan kasusnya sebelumnya.

“Anggota kami berhasil menemukan wanita usia 16 tahun setelah dilaporkan hilang oleh ibu kandung korban N,36, diketemukan sedang berada di salah satu kamar sebuah apartemen di Margonda,” katanya.

Anak tersebut diduga akan dieksploitasi secara ekonomi dan seksual.

Kapolres menambahkan kronologis korban dilaporkan hilang oleh ibunya N pada Selasa (2/1) sekitar pukul 21.00 WIB, lokasi terakhir korban pergi di Kp. Taman Induk, Cipayung Kota Depok.

“Jadi korban pergi meninggalkan rumah diduga bersama seorang laki-laki AIR. Korban ini berkenalan dengan AIR melalui Facebook setelah itu janjian ketemu diajak ke sebuah apartemen di Margonda, Pancoran Mas,” katanya.

Informasi yg didapat bahwa korban AP kenal dengan seorang laki laki yang bernama AIR melalui media sosial kemudian janjian ketemu dan akhirnya diajak ke Apartemen Saladin Square Jln.Margonda Raya Pancoran Mas.

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui korban ini lanjut Kombes Azis dimasukkan nomor HP korban di dalam aplikasi Me Chat dengan menawarkan jasa Open B.O Include Room.

“Dari situ ada titik terang anggota kami melakukan penyamaran berhasil mendapatkan korban di dalam kamar lantai 28 K sedangkan keempat orang lainnya berada di kamar lantai 30F setelah itu kelimanya langsung kita amankan dibawa ke Polres untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Polisi menduga ada prostitusi terselubung dengan menggunakan anak-anak di bawah umur dengan kerap menyewa apartemen sebagai tempat yang aman.

Dari hasil penggeledahan di kamar apartemen anggotanya mendapatkan alat kontrasepsi dan barang lainnya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here