Ahli Geologi Datangi Sumber Mata Air Widoro Lor

0
485

godepok/Gunungkidul – Semburan mata air di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul adalah mata air Artesis, Prof. Dr. Ir. Otto Sudarmadji R. Ongkosongo, BE. Anggota Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) Selasa (10/09/19) menjelaskan semburan air Artesis di karnakan sifat air selalu mencari dataran yang lebih rendah dan kuatnya tekanan air yang ada di dalam tanah, sehingga air tanpa di sedot dengan mesin dapat menyembur dengan sendirinya, walaupun di permukaan kering seperti musim kemarau panjang saat ini.

“Jadi setelah di bor Karna ada tekanan dari lempengan yang lebih tinggi maka air menyembur dengan sendirinya tanpa harus di keluarkan dengan mesin, atau yang di sebut juga dengan mata air Artesis,” jelasnya.

Otto juga menambahkan, menurut analisanya semburan air yang ada di Dusun Widoro Lor ini juga bagian dari sungai bawah tanah, di lihat dari tekstur batuan yang ada di sekitarnya.

“Jadi kalo air lewat batu kapur harus di lihat kandungan carbonatnya H2Co3 nya besar, sehingga kita bisa memprediksi apakah di bawahnya ada aliran sungai bawah tanahnya,” katanya.

Otto berharap Pemerintah Desa bisa memfasilitasi pembangunan bak tampungan agar air tidak terbuang dan bisa di pergunakan warga, selain buat pertanian juga dapat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini sebenarnya bisa di bikinkan kolam atau bak tampung agar kebersihan dan pengunaannya bisa lebih efektif lagi selain buat pertanian, bisa juga buat keperluan warga yang lain, sehingga seperti kaya di kamar mandi ada kolamnya,” harapnya.

Otto juga berpesan, Pemerintah Desa bisa menjaga keberadaan sumber air dari kunjungan orang yang terus berdatangan.

“Saat ini tempat ini kan sekarang menjadi obyek wisata, jadi jangan sampai kondisinya menjadi membalikan (rusak), Karna semakin banyak orang datang lingkungan semakin tertekan sehingga bisa merugikan masyarakat sekitarnya,” Otto berpesan.

Sementara itu Ir. Wartono Rahardjo ahli Geologi Universitas Gajah Mada menungkapkan sumber mata air ini tersimpan di dalam tanah tidak dalam waktu yang sebentar namun bisa dari ribuan tahun bahkan jutaan tahun silam. Wartono menambahkan bahwa jarak di mana asal air juga dapat di ukur dari kecepatan semburan air.

“Dia sampai di sini, dari tempat masuknya dahulu bukan hanya harian, mingguan bahkan tahunan tapi bisa ratusan tahun, ribuan tahun bahkan jutaan tahun, dan itu sebenarnya bisa di hitung dengan melihat, jadi Air itu pada saat menjadi air hujan dan setelah di dalam tanah kondisinya sudah lain sehingga bisa di hitung jarah sebenarnya air ini dari mana berasal,” katanya.

Sumber mata air yang menyembur yang berada di Dusun Widoro Lor, dari keluarnya air tanggal 19 Agustus hingga hari ini masih menyeburkan air dengan debit air yang sama, sehingga menjadikan berkah tersendiri bagi petani Karna bisa terus bercocok tanam walaupun di masa kemarau panjang.
(WAP Kontri Gundul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here