Berkas Kasus Nur dan Hary Masih Dilakukan Proses Apa Lengkap atau Tidak

0
Nur Mahmudi

godepok – Berkas kasus dugaan Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Mantan Sekda Hary Prihanto masih dilakukan pemeriksaan lebih detil apa lengkap atau tidak.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari membenarkan telah menerima berkas kasus dugaan korupsi dua tersangka Nur Mahmudi Ismail dan Hary Prihanto.

“Iya benar, berkasnya sudah ada di Kejaksaan, masih dilakukan pemeriksaan apakah sudah lengkap atau tidak”katanya.

Pihak kejaksaan mempelajari dengan teliti dokumen dan berkas korupsi Nur Mahmudi dan Prihanto.

“Kami menginginkan dokumen dan berkas korupsi Nur Mahmudi dan Prihanto dibuat dengan teliti dan detail,” ucap dia.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi, Didik Sugiarto belum lama ini kepada wartawan mengatakan pihaknya telah melimpahkan berkas dua tersangka kasus korupsi anggaran APBD 2015, proyek pelebaran Jalan Nangka di Kelurahan Curug, Kecamatan Tapos.

“Ya berkas perkara tersangka inisial HP dan NMI hari ini dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok untuk dilakukan penelitian,” katanya.

Didik mengakui dirinya belum bisa berkomentar banyak karena berkas tersebut masih dalam pemeriksaan tim jaksa.

“Masih dalam pemeriksaan pihak jaksa, tunggu saja ya hasilnya dari sana (tim jaksa),”katanya.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan keterangan Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto, Nur Mahmudi dan mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto terjerat kasus dugaan penyelewengan pengadaan tanah Jalan Nangka, Depok, pada tahun 2015.

Nur Mahmudi disebut membuat surat yang membebankan pengembang untuk melakukan pelebaran Jalan Raya Bogor dan Jalan Nangka.

Dimana Nur menjalani pemeriksaan selama 15 jam atau hingga larut malam oleh tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polresta Kota Depok pada Kamis (13/9) malam.

Pemeriksaan Nur Mahmudi Ismail terkait kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Curug Kecamatan Tapos dengan kerugian negara hingga Rp10 miliar.

Tersangka lainnya mantan Sekda Kota Depok Hary Prihanto yang ditetapkan sebagai tersang kasus dugaan korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka anggaran 2015 usai dilakukan pemeriksaan pada Rabu (12/9) tidak langsung ditahan oleh pihak Kepolisian.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Harry Prianto, akhirnya keluar dari ruangan Anti Tindak Korupsi (Tipikor) selama 15 jam dinantikan oleh awak media sekira pukul 22.00 WIB.

Harry Prianto terlihat menggunakan kemeja batik bermotif biru dengan kepala botak membawa tas ransel hitam didampingi oleh kuasa hukumnya keluar dari kerumunan awak media yang menunggu.

Sesekali Harry Prianto terlihat tersenyum kecil menatap para awak media. Namun, saat diminta keterangan Harry tampak enggak berbicara dan menunduk.(aji godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here