Berternak Lele Tidak Perlu Mempunyai Lahan Luas

0
286

godepok. Cahaya matahari siang hari ini, menyinari kolam ikan lele yang dimiliki oleh Handoyo. Dengan atap fiber yang dibuatnya untuk melindungi 3 kolam ikan lele yang dimilikinya, terhindar dari sengatan panas matahari dan jatuhnya daun-daun yang berguguran tertiup angin karena tidak lagi kuat berpegangan dengan batangnya (24/11/17).

Yoyo, begitulah sapaan akrab warga sekitar rumahnya di Gang Haji Atan, gang tersebut berada setelah pombensin di Jalan Margonda Raya sebelum Margocity.
Pria kelahiran Depok 23 tahun silam adalah anak ke 4 dari 4 saudara yang dimana semua saudaranya adalah laki-laki. Yoyo adalah lulusan Mahasiswa Diploma 3 fakultas Manajemen disalah satu perguruan tinggi di Jakarta Selatan. Yoyo beternak lele dikebun yang dimiliki oleh orang kenalan ayahnya, yang mempercayakan tanah tersebut untuk dipergunakan dan dirawat dengan baik.

Hanya 2 menit waktu yang dibutuhkan Yoyo dan ayahnya, dari rumah yang ditempatinya menuju kebun yang digunakannya untuk beternak lele. Tidak hanya 4 kolam ikan lele dengan Metode Bioflok yang ada di kebun tersebut. Ada 5 pohon belimbing, 3 pohon pisang beserta 6 pohon mangga, dikebun yang luas tanahnya 180 meter persegi tersebut.

Kolam ikan media Bioflok Yoyo(day godepok)

Sudah 4 bulan Yoyo menjalankan usaha yang di lakukan secara mitra oleh kaka ke 3 nya, serta dibantu oleh ayahnya dalam mengurus ternak lele yang menggunakan Metode Bioflok, yaitu menggunakan terpal berdiameter 2 X 1 meter. Bibit ikan lele yang digunakan yaitu jenis lele Sangkuriang, yang dibelinya dari tambak penjual di setu cilodong. Pakan yang diberikan setiap 2 kali sehari, jam 08.00 pagi dan juga 20.00 malam, yaitu pelet tanpa campuran apapun, agar kualitas dari daging tersebut lebih enak tuturnya.

Yoyo menjual ikan lelenya kepada kang ujang, pemilik toko Putra Sukabumi penjual ikan di pasar Musi Depok. “Selama 3 bulan ini saya membeli ikan yang di ternak Yoyo, dikarenakan ikannya sesuai dengan pelanggan saya yaitu penjual pecel lele” ujar kang Ujang. Yoyo menjual kepada kang Ujang per kg dengan harga 17.500 rupiah per kg, 1 kg ikan yang diternak Yoyo berkisar 5 atau 6 ekor. Walaupun menurut Yoyo ikan lelenya bisa terjual 19.000 rupiah per kg, akan tetapi dia bersyukur karena kang Ujang mau memborong ikan yang selalu dibawa ke pasar tersebut sebanyak 100 kg ataupun kurang dari itu.

Metode Bioflok bisa Menghasilkan ( day godepok )

Yoyo berharap, semakin banyak orang yang makan ikan. Entah itu ikan air tawar maupun ikan air asin, karena menurutnya ikan memiliki protein yang dibutuhkan oleh masyarakat indonesia. Satu hal lagi dia berkata bahwa jika usaha ternak ikan lele ini tidak perlu pintar akan tetapi punya kegigihan untuk menjalankannya dan bersungguh-sungguh, karena sesuatu hal yang tidak dilakukan dengan gigih dan bersungguh-sungguh tidak akan menghasilkan hal yang maksimal. Makin banyak anak muda yang membuka usaha makin cerah masa depannya, nggak perlu punya lahan luas hanya terpal sebagai medianya itu sudah cukup, semoga makin banyak anak muda yg terinspirasi akal cerdas Yoyo untuk mewujudkan usahanya. (day godepok)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here