Bos Alfamart : Gerainya Dijarah Saat Gempa Palu dan Donggala.

0
88
godepok (JawaPos.com) – Gerai waralaba alfamart tidak luput dari musibah gempa dan tsunami bahkan mengalami penjarahan masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah karena masyarakat mengalami krisis pasokan makanan. Hal ini membuat masyarakat yang menjadi korban mengambil makanan di gerai-gerai minimarket, termasuk anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi).
Direktur Utama Alfamart Hans Prawira menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian musibah tersebut dan memilih mengevakuasi korban khususnya para pekerja atau karyawan perusahaan yang menjadi korban bencana gempa dari pada menghitung aset kerugian akibat dijarah masyarakat.

Hans menekankan, tidak ada satupun outlet Alfamart di Palu, yang ada hanyalah sebanyak 41 gerai Alfamidi yang merupakan manajemen terpisah dari induk usaha Alfamart.

“Saya kira dalam kondisi berduka saat ini, fokus kami lebih kepada evakuasi korban dan pemulihan kondisi lapangan supaya bisa secepatnya melayani masyarakat Palu yang sangat membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Mengenai hitung-hitungan kerugian dan lain-lain masih dievaluasi dan rasanya kurang tepat kita bicara ini dalam kondisi saat ini,” ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (2/10).

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur License dan Corporate Affair Sumber Alfaria Trijaya, Solihin. Atas nama Alfamidi, Solihin menjelaskan, pihaknya saat ini tengah berfokus pada evakuasi seluruh karyawan dan pemulangan karyawan yang asalnya berada dari luar Palu.

“Disana ada 41 toko alfamidi. Akibat musibah gempa Kemaren tiga diantaranya toko kami mengalami kerusakan berat artinya rata dengan tanah, hancur. Salah satu toko itu menimpa lima orang karyawan kita yang sedang bekerja yang berhasil dievakuasi dan 5 orang meninggal dunia dalam reruntuhan,” tuturnya.

Proses evakuasi seluruh 500 karyawan di Palu masih terus dilakukan, diantaranya 50 karyawan yang berasal di luar Palu. Solihin mengaku, jaringan komunikasi dan transportasi masih menjadi kendala.

“Keluarga (karyawan) yang kita tempatkan disana yang kita kirim diluar Palu ada sekutar 50 an yang keluarganya minta dipindahkan dulu dari kota Palu. Kita fokus disitu dulu supaya Warga juga sudah lebih tenang,” imbuhnya.

Solihin mengaku, produk gerai Alfamidi yang berada disana sudah habis termasuk District Center atau gudang suplai produk yang diperkirakanan mencapai angka miliaran rupiah. Pihaknya juga belum sepenuhnya menginventarisasi kerugian perusahaan terkait barang-barang yang diambil oleh masyarakat akibat krisis makanan saat terjadinya gempa.

“Ini adalah musibah dan kami juga kena bencana itu kami kena berduka dan prihatin. Satu toko Rp 300 juta minimal. Barang dagangan bukan inventaris diluar komputer AC (pendingin ruangan) dll. Begitu juga dengan persediaan toko kita nilai segitu (miliaran),” ucapnya.

Solihin juga menyebut, saat ini perusahaan juga berfokus pada penyaluran bantuan meskipun terkendala transportasi dan konektivitas.

“Kalau sejak awal saja dengan musibah kita bertekat memberikan bantuan yg didatangkan dari daerah terdekat disana tapi kan masih dalam keadaan yang sulit termasuk transportasi. Kita memberikan termasuk paling cepat hanya saja Kemaren karena terputusnya komunikasi dan sinyal maka cara mengirim bantuan dari luar palu dan transportasi yang terjadi barang-barang juga enggak ada disana, tuturnya.

Selain itu, Solihin juga mengaku, pihaknya juga belum ada koordinasi dengan pemerintah dalam hal penyediaan makanan di gerai-gerai yang membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi gerai perusahaan.

“Saya enggak bisa komentar karena enggak ada koordinasi langsung oleh pemerintah. Seperti yang saya bilang orang berbondong-bondong datang ke gerai kita mengambil barang yang dia mau. Mungkin kalau dikatakan penjarahan kurang pas karena kepepet, koordinasi dengan pemerintah enggak ada. Semua juga sudah terjadi. Kita ingin jadi bagian dengan kondisi yang sama-sama engga bisa diinginkan,” tandasnya.(bhimo godepok-dilansir dari Jawa Pos.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here