Camat Karangmojo Lawan DBD Dengan Gertak Mas Karjo

0
110

godepok-Gunungkidul. Datang nya musim penghujan di Kabupaten Gunungkidul menjadi berkah bagi warga masyarakat yang hampir keseluruhan adalah petani ini, namun di satu sisi bahaya penyakit juga mulai mengintai.

Sadar masih tingginya demam berdarah pemerintah kecamatan karangmojo beserta instansi terkait mengadakan rakor dalam rangka menekan angka demam berdarah.

Rapat koordinasi yang di pimpin Camat Karangmojo Drs. Marwatahadi M.Si beserta forkompincam kecamatan karangmojo di puskesmas I Karangmojo, Selasa (10/12/19).

Camat Karangmojo mengatakan dirinya sadar bahwa daerah yang di pimpinnya memiliki skor tertinggi kedua yang mengalami demam berdarah.

“Untuk saat ini memang Kecamatan Karangmojo masih mendapatkan rengking dua untuk permasalahan DBD ini, tapi kami berupaya terus dalam menekan angka penderita demam berdarah dengan terus melakukan program-program yang bertujuan dalam mencegah penyebaran DBD di wilayah karangmojo ini,” ungkap Camat Karangmojo.

Ia juga menambahkan dalam upaya menekan angka penderita DBD kecamatan beserta puskesmas sudah membagikan bubuk Abate kepada masyarakat dan juga mensosialisasikan program 3M dan kegiatan gertak mas karjo

“Kami bersama kader pengerak PKK dan para kepala desa dan kepala dusun terus menghimbau kepada masyarakat kami agar terus melakukan 3M, dan kami akan lebih mengiatkan lagi program gertak maskarjo (gerakan serentak masyarakat karangmojo), dan kami meminta peran aktif masyarakat, karena tanpa peran aktif masyarakat penekanan angka DBD di Karangmojo ini mustahil di lakukan,” imbuhnya.

Sementara itu seksi DBD sanitarian (petugas kesehatan lingkungan) Puskesmas Karangmojo I Witri Krismantari menjelaskan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus lebih efektif ketimbang melakukan foging.

Adapun 3M Plus terdiri dari Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Witri melanjutkan sedangkan Plus-nya yaitu  kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk

Menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.(WAP godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here