Depok Belum Punya Baju Alat Pelindung Diri

0
30
Ilustrasi

godepok-SeputarDepok. Alat untuk pencegahan Virus 19 atau corona di Kota Depok salah satunya Alat Pelindung Diri hingga saat ini belum dimiliki oleh para petugas

Hal itu terkuak saat pertemuan pimpinan Rumah Sakit Swasta di Kota Depok dengan Komisi D DPRD Kota Depok pada Rabu (18/3).

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Suparyono mengatakan dari hasil pertemuan ini ternyata masih beberapa kekurangannya salah satunya Depok belum memiliki baju Alat Pelindung Diri yang digunakan tim medis saat mengevakuasi pasien virus Covid 19.

“Setelah adanya pertemuan ini ternyata ditemukan masih ada kekurangan fasilitas yang dimiliki oleh Rumah Sakit di Kota Depok yang belum memiliki APD,” katanya.

Dia mengatakan saat ini masih belum memasuki puncaknya, dan sepatutnya masalah kekurangan ADP untuk segera diatasi sehingga pelaksanaan pasien virus Covid 19 bisa ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Tidak hanya masalah persiapan Alat Pelindung diri seharusnya Dinkes juga melakuka pelatihan disetiap rumah sakit penanganan pasien Virus Covid 19.

Bahkan ada kabar dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Depok yang para dokternya melakukan cuti massal karena belum adanya APD di rumah sakit tersebut.

“Kami himbau Dinkes untuk segera melakukan menyediakan APD tersebut jangan masalah ini diabaikan,” katanya.

Dewan mengimbau kepada Dinkes juga melakukan pelatihan petugas medis dalam penanganan pasien virus Covid 19 selama ini proses penanganan pasien masih dilakukan masih tidak sesuai.

Di lokasi sama Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Supriatni menambahkan pihaknya sengaja mengadakan pertemuan ini untuk mengetahui sampai sejauhmana penanganan dan pencegahan virus Covid 19 di Kota Depok.

“Setelah adanya pertemuan kami temukan ternyata di Depok belum dilengkapi dengan baju atau Alat Pelindung Diri yang biasa dipakai petugas medis,” katanya.

Sepatutnya Dinas Kesehatan Kota Depok untuk segera memiliki APD tersebut sebelum kasus ini terus bertambah dan perlu dilakukan pelatihan penanganan pasien virus Covid 19.

Diharapkan adanya pertemuan ini kedepa nya bisa mengantisipasi dan pencegahan virus Covid 19 di Kota Depok.

Sementara itu Kepala Dinas Kota Depok Novarita mengakui kalau di Depok belum memiliki APD dan belum melakukan pelatihan penanganan pasien virus Covid 19.

“Ya memang kami belum memilikinya, tapi ada kabar kalau hari ini APD sudah ada baru dikirim dari Kemenkes,” katanya.

Kedepannya Dinkes dan pihak rumah sakit di Depok akan melaksanakan latihan penanganan pasien virus Covid 19.

Pemkot Depok sudah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Depok.

Gugus Tugas ini merupakan penyempurnaan Tim Penanganan dan Pencegahan Virus Corona di Kota Depok.

“Sesuai arahan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” katanya.

Tim ini diharapkan dapat bekerja secara cepat dan taktis guna menangani pandemi Covid-19 sesuai dengan kebutuhan Kota Depok.

Gugus Tugas ini akan menjalankan beberapa tugas. Pertama, melakukan sosialisasi secara mobile di wilayah Kota Depok.

Kedua, melakukan penyemprotan disinfektan pada area publik.

“Ketiga, melaksanakan penelusuran kepada pihak yang terkonfirmasi Covid-19 dan pihak yang kontak erat,” katanya.

“Keempat, melakukan pengawasan orang asing dan WNI yang akan berangkat dan pulang dari luar negeri,” ia menambahkan.

Pembentukan dan pengaturan peran Gugus Tugas Percepatan ini merupakan dua dari sepuluh butir program Siaga Intensif Coronavirus Disease (SI-COVID) Kota Depok.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here