Desa Pundungsari Mulai Sosialisasikan PTSL Tahap II

0
235

godepok-Gunungkidul. Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Selain di kalangan masyarakat, baik antar keluarga, tak jarang sengketa lahan juga terjadi antar pemangku kepentingan (pengusaha, BUMN dan pemerintah). Hal itu membuktikan pentingnya sertifikat tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

 pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat dengan Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018.

Seperti yang di lakukan kantor pertanahan daerah Kabupaten Gunungkidul yang terus melakukan sosialisasi tentang tata cara pembuatan sertifikat dalam kaitannya dengan PTSL di balai dusun sedini, Desa Pundungsari, kecamatan Semin, kabupaten Gunungkidul, Selasa (28/1/2020).

Sosialisasi PTSL yang di pimpin Sihanto Ketua Tim II PTSL Gunungkidul mengatakan PTSL tahap ke dua di kecamatan Semin ini di fokuskan pada Desa Pundungsari, Desa Sumberejo dan Desa Candirejo, ia juga menambahkan dari sosialisasi PTSL yang di lakukan antusias masyarakat sangat bagus.

“Masyarakat sangat antusias dan terlihat dari beberapa pertanyaan yang di ajukan sepertinya memang keinginan untuk mensertifikatkan tanahnya sangat lah tinggi,” ungkapnya.

Terkait beredar kabar banyak nya penyalahgunaan oleh kelompok kerja (Pokja) PTSL, Sihanto menghimbau agar panitia dapat memilih orang-orang yang memiliki kapasitas dan kejujuran yang bagus.

“Kenapa Pokja harus di pilih oleh masyarakat, karena masyarakat sendiri lah yang tau kapasitas dan kredibilitas orang-orang yang akan menjadi kelompok kerja tersebut, bila orang yang di pilih kredibel dan memiliki kapasitas yang baik maka program ini akan berjalan lancar,” tambahnya.

Sementara itu Tumin Kepala Desa Pundungsari melihat antusiasme masyarakat yang sangat bagus optimis program PTSL akan berjalan lancar.

“Alhamdulillah, melihat warga masyarakat kami yang sangat antusias ini, saya memiliki keyakinan program PTSL di Desa Pundungsari berjalan rapi, sukses dan sesuai dengan target,” kata Tumin.

Tumin juga menambahkan walaupun antusiasme warga sangat bagus namun panitia dan Pokja harus bekerja dengan semaksimal mungkin, dan dapat mengemban apa yang telah di amanahkan masyarakat.

Tumin menghimbau kepada semua masyarakat yang belum mensertifikatkan tanahnya agar dapat mempergunakan kesempatan PTSL sebaik mungkin.

“Program PTSL ini sangat membantu masyarakat kami, di satu sisi biaya yang terjangkau dan tingkat pengurusannya tidak terlalu rumit tinggal menyerahkan fotocopy KTP dan kartu keluarga dan juga bukti pembayaran PBB SPPT bulan terakhir, bila urus sendiri kan lebih mahal mas,” himbau Tumin.(WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here