Divonis Mati, Kurir Narkoba Pikir-pikir

0

godepok-SeputarDepok, Putusan vonis mati terhadap terdakwa kurir narkoba dianggap kurang pas oleh kuasa hukum, pasalnya, terdakwa hanyalah sebagai kurir bukan bandar. Oleh karena itu Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada para Terdakwa dan Penasehat Hukumnya pikir-pikir selama tujuh (7) hari.

Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Andi Musafir menuturkan, para Terdakwa mengakui perbuatannya tersebut telah melanggar hukum dengan barang bukti sabu sebanyak 267 kilogram.

“Mengadili, menyatakan, Terdakwa 1 Junaidi alias Edi (30 tahun), Terdakwa 2 Zulkarnain alias Ijul (25 tahun) dan Terdakwa 3 Eko Saputra alias Eko (25 tahun), telah terbukti bersalah melanggar hukum sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Hakim Ketua Andi Musafir saat pembacaan putusan yang digelar secara online di Ruang Sidang.

Dalam persidangan para terdakwa Junaidi, Zulkarnain dan Eko Saputra mengaku hanya menerima upah dikarenakan keadaan ekonomi sekarang ini.

Namun alasan itu tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim karena para terdakwa tetap mendapatkan keuntungan dari bisnis narkoba oleh karena itu permohonan para terdakwa ditolak Majelis Hakim.

Selain itu, majelis Hakim turut menyatakan sependapat dengan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum bahwa terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram.

Tiga terdakwa kurir narkoba yakni Junaedi,
Zulkarnain dan Eko Saputro (25 tahun) melakukan pikir pikir dan tidak setuju atas putusan vonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Depok.

“Iya (vonis hukuman mati). Sama dengan tuntutan JPU (jaksa penuntut umum), yakni hukuman mati. Yang divonis tiga orang,” kata Humas Pengadilan Negeri Kota Depok, Ahmad Fadil.

Sementara itu, kuasa hukum para terdakwa, Taty Wahyuni Oesman menilai, putusan tersebut terlalu berat. Sebab, para terdakwa hanyalah kurir bukan bandar narkoba.

“Iya, terlalu berat karena terdakwa hanyalah kurir dan bukan bandar,” katanya.

Untuk diketahui, Kasus narkoba itu diungkap ketika AKBP Aldo Ferdian menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Depok.

Tumpukan barang haram itu disita polisi dari hasil pengejaran hingga ke wilayah Pekanbaru. Ada tiga tersangka yang diamankan. Mereka adalah, Junaidi, Eko Saputro dan Zulkarnaen.(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here