Dua Remaja Putus Sekolah Membegal HP

0

godepok-Kriminal. Pelaku aksi begal di Kota Depok ternyata rata rata masih berusia dibawah umur, namun keberanian dan mental mereka dalam melakukan aksi kejahatan dikenal sadis dan menakutkan.

Mereka tidak segan – segan melukai korbannya, ketika korbannya melakukan perlawanan bahkan dipersentajai dengan senjata tajam seperti clurit atau golok.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu pelaku begal PA (15) yang berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal Mapolsekta Beji.

Pelaku, diamankan petugas setelah membacok lengan korbannya yaitu Suparman di Jalan Saidan Kelurahan Tanah Baru, Beji Kota Depok.

“Saya dibonceng temen (FAR), saat ketemu korban langsung di samperin lalu diminta handphonenya (HP), dia sempat melawan akhirnya saya bacok,” ucap PA kepada wartawan pada gelar perkara di Polsek Beji.

Pelaku yang mengaku masuk dalam kelompok gengster bernama Rawamaya Beji Rasta (RBR) ini mengaku, handphone hasil jarahan dijual dengan cara COD. Hasilnya, digunakan untuk keperluan sehari – hari.

“Saya jual handphone, ke orang yang tidak dikenal paling tinggi satu juta rupiah. Uangnya bagi dua sama teman buat makan dan membeli pakaian,”katanya.

Kapolsekta Beji Kompol Yenny Sihombing menuturkan dari hasil interogasi, PA sudah sering beraksi melakukan pembegalan di jalan. Mental remaja itu, diakuinya sangat kuat.

Dua pelaku inu sudah sembilan kali beraksi seperti di wilayah Beji, Sawangan, Limo dan wilayah Kota Depok lainnya.

Senjata tajam, memang biasa dibawa mereka bergerak tengah malam sampai dini hari,” tuturnya.

Yenny menegaskan, kedua pelaku merupakan anak putus sekolah dan tidak memiliki pekerjaan.

Ditambah lagi latar belakang keluarga broken home, mendorong mereka melakukan aksi kejahatan.

PA hidup di jalan dan terbiasa dengan kehidupan keras, sedangkan FAR berdasarkan pengakuannya baru satu kali melakukan perbuatan ini, dia hanya ikut – ikutan saja.

Hingga saat ini, kedua pelaku telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolsekta Beji, atas perbuatannya para remaja tanggung ini diganjar pasal 365 atas pencurian dan kekerasan dengan hukuman penjara kurang lebih lima tahun.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai kepemilikan senjata tajam (Sajam) Yeni menerangkan dari hasil pengamatan pihaknya sajam tersebut biasa dimiliki oleh para pelaku dibawah umur dengan cara membeli via media sosial.

“Ya, mereka beli lewat online lalu, bertemu dengan penjualnya. Kita tidak tinggal diam, dan terus menelusuri masalah clurit yang digunakan untuk aksi kejahatan ini,” katanya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here