Dua Siswi SMA Baku Hantam di Jembatan Dipo

0

godepokSeputarDepok, Dua siswi saling baku hantam di atas jembatan Dipo Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung. Aksi baku hantam dua kelompok siswi tersebut direkam oleh rekannya dan dibiarkan berkelahi. Direkaman video dua siswi saling menjambak rambutnya dan kawan lainnya membiarkannya dan beredar di media sosial.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas Iptu Hendra saat dikonfirmasi wartawan mengatakan video siswi pelajar SMA berantem di atas jembatan Dipo ramai di media sosial.

“Kejadian memang ada dan persoalan itu sudah dapat diselesaikan oleh petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Ratu Jaya  secara musyawarah dengan masyarakat sekitar dan keluarga,”ujarnya.

Dia menambahkan kedua siswa yang berantam dalam video antara pelajar SMA asal Margonda dan Citayam.

“Pada waktu tersebar vidio tersebut langsung termonitor oleh anggota Bhabinkamtibmaas Kelurahan RatuJaya Brigadir Iyan dan segera diselesaikan saat itu juga,”paparnya.

Terpisah Pengamat Sosial Vokasi Universitas Indonesia Depok, Devie Rahmawati mengatakan fenomena adu jago di tempat yang tidak seharusnya ditambah viral sesuatu dapat terjadi dalam ingin mencari jati diri.

Anak remaja sekolah secara sosial empitas merasakan ketidaknyamanan proses belajar online di rumah karena pandemi virus Covid-19. Sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang membuktikan interaksi nyata fisikal, emosional, dan sosial. Dalam proses pencarian jatidiri di usia remaja, lanjut Devie, tidak bisa berdiam harus bergerak aktifitas.

“Memerlukan ruang yang luas. Sehingga jika dalam proses daring di rumah hanya ada tv  dapat membatasi tumbuh kembang sosial,”tambahnya.

“Dalam proses tubuh kembang anak mereka ini membutuhkan ruangan yang luas yaitu antara fisik, emosional, dan sosial itu terpenjara ‘proses selama pandemi’ sehingga untuk meluapkan ekspresi sangat agresif vidio.

Sementara itu Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh dua oknum siswi tersebut.

“Kami akan telusuri dua siswi itu,”katanya.

Dia juga mengimbau kepada pihak tertentu agar menambah kegiatan tambahan berbasis keagamaan kepada siswa walaupun di masa pandemi Covid 19.(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here