Dwi Rahayu Februarti Sang Kreator Masker Transparan Bagi Disabilitas Tuna Rungu

0

godepok-Gunungkidul. Merebaknya wabah covid 19 membuat semua masyarakat kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, walaupun pemerintah telah menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Contoh nya mengunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, bagi kebanyakan orang normal mungkin tidak menjadi penghalang dalam melakukan komunikasi saat bermasker, lalu bagaimana dengan para penyandang disabilitas tuna rungu, tentunya menjadi masalah yang selama ini tidak terpikirkan bagi pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah Kabupaten.

Adalah Dwi Rahayu Februarti warga Dusun Gemawang RT 03 RW 44 No.7 Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta seorang tuna rungu yang menciptakan masker bagi penyandang disabilitas khusunya tuna rungu.

Di hubungi melalui WhatsApp chat massager oleh godepok.com Dwi panggilan akrabnya menceritakan awal pembuatan masker transparan bagi tuna rungu.

“Berawal dari seringnya saya berobat ke Rumah Sakit Panti Rapih, dan di rumah sakit saya harus berkomunikasi dengan cara apa pun. Karena petugas medis di haruskan mengunakan masker standar dan tidak mau membuka maskernya, jadi sulit bagi saya membaca bibir dan ekspresi wajah para medis tersebut,” kata Dwi dalam percakapan via chat massager.

Dengan kesulitan tersebut Dwi Rahayu Februarti mencari akal agar dapat terus menjalankan aktivitas sehari-hari, awalnya ia berkeinginan meminjam masker oksigen milik ibundanya yang sedang di rawat pada saat itu, agar dapat terlihat gerak bibir oleh petugas medis, namun ia kebingungan untuk meminjamnya.

Berbekal kemahirannya dalam membuat kerajinan tangan Dwi Rahayu Februarti membuat masker transparan.

“Awalnya masker standard saya potong bagian tengahnya berbentuk persegi panjang dan saya beri mika di tengahnya, ternyata kurang nyaman bagi kami, karena mika langsung menempel di mulut dan berembun saat bernafas,” ceritera nya dalam chat.

Melalui berapa kali percobaan akhirnya Dwi menemukan disain masker transparan yang pas bagi para penyandang tuna rungu dan wicara.

“Akhirnya saya membentuk masker dengan sedikit ruang ke depan, agar lebih nyaman di kenakan. Bentuknya di sesuai kan dengan bentuk mulut, hidung dan dagu,” tambahnya dalam chat massager nya.

Dwi Rahayu Februarti wanita dengan 3 orang anak dan seorang suami yang juga tuna rungu ini terus melakukan hal yang bermanfaat bagi sesamanya di masa pandemi covid-19 ini.

Dwi mulai memasarkan masker transparan nya melalui media online, adapun harga masker transparan buatan Dwi di banderol 15 ribu rupiah per buahnya. Namun ia lebih sering membagikannya kepada sesama penyandang tuna rungu dan orang yang membutuhkannya. Dwi juga mengatakan dalam chat nya mampu memproduksi 15-20 masker transparan dalam seharinya.

Wanita 41 tahun yang juga pendiri dan mengetuai Gerakan untuk kesejahteraan tuna rungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sleman ini berharap kepada pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Sleman agar lebih memperhatikan nasib para penyandang disabilitas khusunya tuna rungu dan wicara dalam menghadapi wabah pandemi covid-19 ini.(WAP godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here