Econusa Ajak Mahasiswa Jaga Ekosistem Hutan Papua

0

godepok-SeputarDepok. Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan atau Yayasan Econusa mengajak mahasiswa di Indonesia untuk menjaga huta Papua.

Demikian Bustar Maitar, pendiri dan CEO Yayasan EcoNusa saat kegiatan Outlook Papua pada Selasa(28/1).

Dia mengatakan Yayasan Ekosistim Nusantara Berkelanjutan atau Yayasan EcoNusa mengusung visi kedaulatan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan bekerja bersama para pemangku kepentingan baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah untuk mengelola hutan secara transparan dan akuntabel yang berbasis penguatan masyarakat lokal.

Selain itu EcoNusa membangun gerakan kelautan bersama untuk perbaikan tata kelola dan praktik pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Yayasan EcoNusa didirikan pada tahun 2017 silam yang diprakarsai oleh Bustar Maitar, seorang tokoh penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua. Ini mengapa Yayasan EcoNusa menjadikan Indonesia Timur sebagai pusat kegiatan yang meliputi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Selain itu pemilihan kawasan ini dikarenakan tutupan hutannya yang masih terjaga utuh.

Total tutupan hutan di keempat provinsi ini seluas 38.660.805, 42 hektare atau 44% dari total tutupan hutan di Indonesia seluas 88.458.514,08 hektare.

Yayasan Econusa melihat potensi besar hutan di Tanah Papua dan Maluku sebagai garda terakhir hutan di Indonesia dan bahkan dunia.

“Selain itu Tanah Papua dan Maluku merupakan pusat masyarakat adat terbesar di Indonesia dimana segala budaya dan praktik-praktik baik menjaga hutan lahir,” katanya.

Selama kurun waktu dua tahun, Yayasan EcoNusa Mempromosikan pembelajaran dan praktek-praktek terbaik yang dilakukan LSM lokal, mahasiswa dan masyarakat ke tingkat nasional dan internasional tentang pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu Yayasan EcoNusa Mengorganisir kaum muda, mahasiswa khususnya di kawasan perkotaan untuk mendukung gerakan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui Sekolah EcoDiplomacy (SED).

SED didirikan sejak tahun 2018. Memiliki lebih dari 47 alumni yang diberi pelatihan serta pengenalan arti pentingnya hutan bagi manusia.

“Pemuda merupakan kunci dari pembangunan yang berkelanjutan. Mereka memiliki peran besar untuk mencapai perubahan serta mempertahankan hutan mereka” Lanjut Bustar

Yayasan EcoNusa juga bekerja dengan beberapa kabupaten di Papua dan Papua Barat seperti kabupaten Kaimana dalam membantu memfasilitasi dan meningkatkan kapasitas masyakarakat dan mitra LSM lokal dalam praktik-praktik pengolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan.

Di lokasi sama Matias Mairuma, Bupati Kabupaten Kaimana, Papua Barat menambahkan tngginya komitmen Yayasan EcoNusa membantu kabupaten Kaimana dalam memperkuat kapasitas masyarakat lokal mengola SDA merupakan langkah awal membantu Kaimana menjadi kawasan konservasi yang berdaya.

Sejalan dengan upaya konservasi, Yayasan EcoNusa di akhir tahun 2019 mengadakan Ekpedisi Mangrove di sepanjang pesisir selatan Papua Barat.

“Kami ajak mahasiswa untuk datang ke Papua untuk merawat Hutan yang ada Kaimana ini,” katanya.

Ekpedisi mangrove 2019 menempuh jarak lebih dari 1000 km dengan total luas area mangrove yang diteliti sebanyak 419,8 ha.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here