Film Sejarah Diplomasi Kemerdekaan Indonesia “Moonrise Over Egypt” Segera Tayang

0
" Moonrise over Egypt "coming soon

godepok. Satu lagi Film Nasional yang berlatar belakang sejarah akan tayang pada awal 2018 judulnya Moonrise Over Egypt, film ini mulai di produksi sejak Agustus 2017. Yang menarik film sejarah ini mengambil kisah perjuangan diplomatik Indonesia pasca Proklamasi. Film ini sendiri di produksi oleh PT. Tiga Visi Selaras dan di sutradarai oleh Pandu Adi Putra dan di produseri oleh Amir Sambodo dan Adie Marzuki. “Film Moonrise Over Egypt ini mungkin film pertama yang mengangkat tema mengenai diplomasi untuk memperjuangkan kemerdekaan RI,” kata Amir Sambodo salah seorang produser.

Film ini akan memperkaya khasanah perfilman nasional, yang memang perkembangannya cukup menggembirakan. Selain itu Moonrise Over Egypt seakan mau menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia juga tidak terlepas dari perjuangan diplomasi yang bukan tanpa drama.

Film ini adalah hasil riset sejarah oleh tim majalah Historia, sebagai film sejarah penting untuk melibatkan keturunan dari pelaku sejarah agar menambah akurasi, dan menurut Adie Marzuki seluruh Keluarga keturunan pelaku sejarah sudah di hubungi semua.

Untuk produksinya Film ini dimulai produksi sejak Juni 2017 dan sebagian sudah di ambil di Mesir langsung pada Agustus 2017 dengan mengambil lokasi seperti, Masjid Al Azhar, jembatan bersejarah Qasr Al-Nil, Citadel Salah El Din, pasar Khan El-Khalili, serta kawasan KBRI Cairo.

Dok: moonriseoveregypt.com

Film ini bercerita tentang perjuangan Haji Agus Salim, A.R. Baswedan, Nazir Pamoentjak, Muhammad Rasyidi, dalam diplomasi pertama di Mesir yang dilakukan Republik Indonesia Pada tahun 1947 untuk pengakuan sebagai sebuah negara. “Sebetulnya yang diangkat adalah momen mendapatkan pengakuan sebagai negara. Pasca proklamasi, kita blm benar2 berbentuk negara, karena baru klaim sepihak. Negara2 lain baru mengakui Indonesia adalah sebuah negara, setelah ada negara lain yg memberikan pengakuan de facto dan de jure” kata Adie Marzuki. “Pengajuan de jure baru didapat pertama kali th 1947 dari Mesir” imbuhnya.

Dalam Film tersebut, keempat diplomat ini dibantu mahasiswa Indonesia pimpinan Zein Hassan, para diplomat Indonesia bernegosiasi dengan Liga Arab pimpinan Sekretaris Azzam Pasha dan Perdana Menteri Mesir saat itu, Nokrashi Pasha.

Film ini adalah sebuah karya seni yang mengangkat isu kebangsaan, kedaulatan, nasionalisme, solidaritas, penghianatan, dalam cerita yang romantis sekaligus menegangkan, berbasis sejarah bangsa Indonesia.

Aksi pejabat Belanda Willem dan Andrianse menghalangi delegasi Indonesia, membuat perjuangan Haji Agus Salim dan kawan-kawan menemui jalan buntu. Berbagai peristiwa yang mewarnai perjuangan diplomasi ini, dari mulai kegiatan spionase sampai dengan roman, membuat kisah sejarah ini menjadi dramatis dan menegangkan.

Mengenai pasar Adie Marzuki juga yakin bisa menembus pasar mengingat beberapa film sejenis juga mampu meraih penonton yang mengagumkan seperti Habibie & Ainun dan Sang pencerah yang meraup penonton 4,5 juta dan 1,2 juta. “Masih banyak yg lainnya. Dan kita juga membuatnya berdasarkan misi edukatif, bukan semata komersial” tutup Adie Marzuki. (Dil godepok dikutip langsung dari moonriseoveregypt.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here