Gati Wibawaningsih: UKM Kebal Pelemahan Rupiah Saat Ini. 

0

godepok-Jakarta. Menanggapi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mendekati Rp 14.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan berpengaruh besar terhadap industri yang menggunakan bahan baku impor dan ini yang terdampak hanya industri berskala besar.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan, dampak pelemahan rupiah tidak akan terlalu dirasakan oleh UKM.

“Rata-rata hanya 30% (bahan baku impor) dari produk jadi. Industri kecil dan menengah mengimpor lebih sedikit dibanding industri besar,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/9).

Data yang tercatat, hanya 4 ribu UKM yang mengimpor bahan baku. Padahal, data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, total UKM di Indonesia mencapai 800 ribu. Sedangkan yang mikro, sebanyak 62,1 juta usaha.

Sementara itu, UKM juga terbantu oleh fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, UKM tidak perlu membayar bea masuk atas bahan baku yang diimpor, sehingga beban yang ditanggungnya lebih kecil dibanding industri besar.

Hanya saja, Gati mengakui bahwa kebijakan pembatasan impor 500 komoditas bisa memengaruhi kinerja UKM. Sebab, ada beberapa bahan baku yang tidak ada substitusinya di dalam negeri.

Untuk itu, ia berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menyeleksi komoditas yang bakal dibatasi impornya. “Pemerintah bekerja sama. Koordinasi selalu, jangan sampai bahan baku yang dibutuhkan tidak bisa diperoleh di dalam negeri,” katanya.

Untuk meminimalisir dampak pembatasan impor terhadap UKM, Kementerian Perindustrian juga menyediakan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Dengan sistem tersebut, UKM bisa memesan bahan baku ataupun mesin impor sesuai kebutuhan karena selama ini bahan baku tersebut mendatangkan dari luar negeri.(bhimo godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here