Ini Kata Pemotor Yang Cekcok dengan Sopir Mobil Ambulan

0

godepok-SeputarDepok. Kasus dugaan pengadangan mobil ambulans di Jalan Raya Sawangan Pancoran Mas oleh pengendara bermotor ternyata tidak sesuai dengan yang disiarkan oleh media sosial.

Pengendara bermotor Hindra saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan kejadian itu berawal saat itu dirinya berangkat dari rumahnya di Sawangan menuju ke arah Depok.

Tiba-tiba dalam perjalanan ia melihat empat sepeda motor dengan kecepatan dengan kecepatan tinggi.

Sebelum empat sepeda motor tadi mendahuluinya, dia mengemudikan motornya memang di tengah-tengah jalan raya.

“Tadinya posisi saya di tengah, begitu empat motor itu lewat, saya langsung ke kiri. Nah pas saya sudah di kiri, di depan saya ada mobil parkir makan bahu jalan di jalur saya,” katanya.

Menghindari mobil yang parkir di bahu jalan, lalu dia ambil ke kanan sambil melihat spion kanan motornya.

Tiba-tiba datang ambulans tersebut tapi tidak terlihat menghidupkan lampu utama dan lampu hazard.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP) mobil ambulans jika membawa pasien salah satunya harus menghidupkan lampu utama sehingga bisa diketahui oleh pengendara lainnya.

Dengan adanya lampu utama sehingga pengendara lainnya memberikan jalan kepada ambulan tersebut, namun ambulan tersebut tidak menyalakan.

“Lalu bersenggolan dengan motor saya. Saya spontan buang ke kiri, awalnya saya kaget ternyata itu mobil ambulans, setelah saya lihat lagi ternyata lampu hazardnya nyala dan langsung buru-buru ke kiri,” katanya.

Saat ia sudah berada di kiri, mobil ambulans tersebut melintas begitu saja.

Hindra mengira, pengemudi atau orang yang ada dalam mobil ambulans itu ingin meminta maaf kepadanya, tetapi hal itu tidak terjadi.

“Akhirnya saya kejar, saya minta minimal pertanggungjawabannya karena telah menyenggol motor saya,” katanya

Setelah berhasil ia kejar lalu langsung memastikan apakah memang benar di dalam mobil ambulans tersebut terdapat orang yang sedang sakit.

Hindra akhirnya mendapati bahwa memang benar mobil ambulans tersebut membawa orang yang sakit.

Setelah itu, lanjutnya, ia bertanya kepada sang sopir ambulans mengapa menabraknya.

“Saya tanya ke dia (sopir ambulans) kenapa kok saya ditabrak, ada masalah apa sama saya, saya bilang begitu,” katanya.

Hindra juga meminta kepada sopir ambulans untuk menghidupkan lampu utama agar tidak terjadi permasalahan yang sama seperti yang ia alami.

“Nah, dengan ambulans sudah clear nih. Setelah itu, rencananya saya mau langsung pergi ke kantor lagi. Tapi saya diadang oleh 3 motor,” katanya.

Hindra menyebut, terdapat salah seorang pesepeda motor yang mengompor-ngompori untuk mengeroyok dirinya.

“Gebukin aja nih orang,” kata Hindra menirukan perkataan pesepeda motor tersebut.

Ketika itu, ia coba untuk menyelesaikan permasalahan pada saat itu juga dan menanyakan apa maksud pemotor tersebut berkata seperti itu.

Namun, lanjutnya, tiga pemotor tadi justru kabur meninggalkannya bersama warga yang saat itu berkumpul.

“Ada salah satu ibu-ibu bilang ‘bapak ini yang ditabrak sama ambulans Simpel saja, kalau posisi saya salah, saya langsung digebukin sama masyarakat sekitar,” katanya.

Karena merasa kesal dia coba mengejar pengendara sepeda motor yang berujar akan mengeroyoknya tadi.

Dia mengaku tidak lagi mengejar mobil ambulans seperti apa yang diungkapkan dalam unggahan viral di media sosial.

“Masalah saya masih sama pemotor tadi. Saya kejar dia sampe RS Mitra Keluarga. Saya gak ada masalah sama ambulans, urusan saya sama pemotor tadi, bahasanya itu loh gebukin saya,” ujarnya.

Tibanya di Rumah Sakit di Margonda Hindra mengaku tak pernah bersinggungan dengan ambulans akan tetapi menanyakan kepada pengendara bermotor yang mengaku sebagai relawan Patwal.

“Kami engak ada hubungan dengan ambulans tapi mau ngajak pemotor itu ke Polresta Depok,” katanya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here