Ironis, Penculikan, Penemuan Mayat Sampai Pembuangan Bayi Terjadi di Kota Depok

0
80
Ilustrasi

godepok – Dalam sepekan terakhir ramai diberitakan tentang penemuan mayat bayi, penculikan bayi bahkan yang lebih ironisnya ada bayi yang dibuang oleh orang tuanya lantaran kesulitan ekonomi yang ditemukan warga masih dalam keadaan hidup, kejadian tersebut terjadi di Kota Depok yang telah meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak untuk kategori Nindya ‎dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Juli 2017 lalu. Namun, dengan adanya kejadian tersebut, Penghargaan itu seolah bertolak belakang dengan kondisi Depok yang sesungguhnya.

Menanggapi permasalahan tersebut Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Eka Bakhtiar mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut dirinya merasa sangat prihatin, selain itu, dirinya juga mengapresiasi pihak kepolisian yang telah sigap menangani semua masalah tersebut dengan cepat.

“Sangat prihatin sekali, tapi alhamdulillah polisi dengan sigap dapat langsung menangani semua permasalahan tersebut, khususnya masalah penanganan perlindungan anak,”ujarnya ketika dikonfirmasi godepok melalui pesan singkat telpon selularnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, kata Eka, pihaknya akan lebih waspada dan lebih serius lagi dalam menjalan program, khususnya program masalah penanganan anak, karena program tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemkot Depok yaitu Ketahanan Keluarga(Family Resilience City).

Untuk itu, lanjut Eka, pihaknya juga akan lebih menggencarkan sosialisasi ke masyarakat melalui bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak tentang pelaksanaan perlindungan terhadap anak.

“Guna mencegah hal tersebut terulang kembali, kami akan lebih intensif memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui program program yang ada melalui bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak,”katanya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan, Yang pasti pihaknya merasa prihatin atas kejadian yang terjadi seperti itu, karena menurutnya, dari sudut pandang manapun tidak dibenarkan untuk membuang bayi tak berdosa.

“Yang pasti saya sangat prihatin atas kejadian tersebut,”ucapnya.

Lebih lanjut Hendrik mengatakan, untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut, pertama harus harus dimulai keluarga masing masing, dengan penanaman nilai nilai agama dilingkungan keluarga sesuai dengan ajaran agama masing masing.

“Semuanya harus bermula dari keluarga terlebih dahulu pastinya, seperti menanamkan nilai nilai keagamaan dan yang lainnya,”terangnya.

Selain itu, kata Hendrik, Pemerintah juga dalam hal ini Pemkot Depok, harus lebih giat lagi melakukan pembinaan dan melakukan koordinasi tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada kehidupan anak anak.

“Perda tentang kota layak anak sebenarnya sudah ada dan isinya bukan hanya sekedar ketersediaan infrastruktur penunjang tapi bagaimana harus ada pembinaan akhlak anak dari usia dini,”pungkasnya.(win godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here