Kelurahan Bendung, Buat Lumbung Mataram Dengan Dana Keistimewaan

0

Godepok-Guningkidul, “Nandur sing di pangan, Mangan sing ditandur” (tanam yang dimakan, makan yang ditanam)”

Dalam mengatasi ketahanan pangan di Provinsi DIY karena pandemi covid-19 pemerintah DIY membuat Lumbung Mataram, adapun anggaran yang di sediakan dari anggaran dana keistimewaan Yogyakarta.

Seperti yang tengah di lakukan warga masyarakat Kelurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul. Yang saat ini tengah mempersiapkan Lumbung Mataram dari anggaran dana keistimewaan Yogyakarta tahun 2022-2023.

Lurah Bendung, Didik Rubianto mengatakan kepada media Rabu (28/4) saat ini pihak kelurahan sedang mempersiapkan konsep pertanian terintegrasi di mana pertanian, peternakan dan penyediaan pupuk di jadikan satu, sehingga dapat menopang program Lumbung Mataram.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan apa yang di namakan Lumbung Mataram, baik secara sumber daya alam, maupun sumberdaya manusianya,” ungkap Didik Rubianto.

Ia juga mengatakan kalurahan sudah menyiapkan lahan untuk penanaman tanaman holtikultura dan penyiapan penggemukan domba. Untuk tenaga pemerintah Kalurahan Bendung melibatkan warga masyarakat berperan aktif dalam menciptakan Lumbung Mataram.

“Adapun untuk Lumbung Mataraman ini kami akan menerima dana keistimewaan sebesar 1 milyar yang akan di gelontorkan dengan dua termin, termin pertama pada tahun 2022 itu sebesar 750 JT, sedangkan termin kedua pada tahun 2023 di gelontorkan dana sebesar 250 jt,” imbuh Didik.

Dengan program Lumbung Mataram ini diharapkan masyarakat mau menanam tanaman yang bisa dimakan. Misalnya sayuran dan buah. Bahkan lahan pekarangan yang kosong bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ternak domba. Di lumbung tersebut adalah percontohan untuk mengatasi persoalan pangan di kalurahan-kalurahan yang ada di DIY.(WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here