Kemensos Pastikan Bantuan Sampai ke Gurusina

0
7
Pemberian bantuan untuk wilayah Gurusina

godepok. Kementerian Sosial (Kemensos) salurkan bantuan sebesar 2.2 miliar rupiah guna membangun kembali Kampung Adat Megalitikum Gurusina di Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terbakar beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat kepada wartawan pada Senin (19/11) di Cibubur mengatakan bantuan itu untuk mengembalikan kampung Gursina sebagai tempat destinasi wisata.

Pembangunan kembali rumah adat warga Kampung Gurusina, tetap disesuaikan dengan arsitektur desa adat yang sesuai dengan keinginan masyarakat adat setempat.

“Kita harus mempertahankan keberadaan kampung ini sebagai tempat tujuan wisata. Untuk itu, rumah-rumah disini harus dikembalikan seperti semua. Saya tadi ke kampung adat Bena menggambarkan bagitu bagusnya kampung itu,” ucapnya.

Harry mengaku kampung adat Gurusina sangatkan terkenal di seluruh dunia karena merupakan peninggalan budaya yang harus di lestarikan.

“Ini kampung adat Megalitikum. Saat ini kebakaran sudah terjadi maka langkah untuk membangun kembali mesti dilakukan,” tambahnya.

Dinas Sosial Propinsi bergerak cepat melaporkan ke Kementerian Sosial mengenai kebakaran tersebut.

Kecepatan ini, dikatakan Harry membuat respon pemerintah juga semakin cepat membantu untuk warga Gursina dalam memenuhi kebutuhan dasar dan membangun hunian sementara.

Bantuan Kementerian Sosial tersebut terdiri dari Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) untuk 33 unit/keluarga sebesar Rp.825.000.000, Bantuan Isi Hunian Sementara untuk 27 keluarga sebesar Rp.81.000.000, Bantuan Keserasian Sosial Kampung Gurusina sebanyak 3 paket sebesar Rp.150.000.000, Bantuan RS-RTLH untuk 7 kelompok sebesar Rp1.050.000.000.

Selain itu, Kemensos juga melakukan penyaluran bansos Program Keluarga Harapan tahap IV kepada 150 Keluarga Penerima Manfaat Gurusina.

Jumlah bansos untuk propinsi NTT sebesar 1,28 triliun rupiah yang terdiri dari basos PKH sebesar 682.76 miliar rupiah untuk 386.315 keluarga dan bantuan beras sejahtera sebesar 597,4 miliar rupiah untuk 452.557 keluarga.

Sedangkan bansos untuk kabupaten Ngada antara lain bantuan PKH sebesar 12.89 miliar rupiah untuk 7.188 keluarga, bantuan beras sekahtera sebesar 10.63 miliar rupiah untuk 8.051 keluarga.

Dalam penyalurannya, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui ATM Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Menurut Harry, penyaluran bantuan secara non tunai ini, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial bahwa penyaluran bantuan sosial harus terpadu melalui kartu kombo.

Dengan demikian kata dia, bagi korban yang memenuhi kriteria akan dapat menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra), dan bansos lainnya.

“Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia telah menerapkan sistem perlindungan sosial yang adaptif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Sosial Provinsi NTT, secara keseluruhan rumah adat yang berada di Kampung Gurusina berjumlah 33 unit, satu pos pariwisata, dan beberapa situs-situs adat didalamnya.

Situs-situs tersebut yaitu tiga buah kayu Ngadu (Tiang Adat yang melambangkan wujud laki-laki) dan tiga Rumah Bhaga (Rumah Adat minimalis selaku simbol perempuan yang berfungsi sebagai tempat untuk memberikan sesajian kepada nenek moyang pada saat upacara adat).

Sebanyak 27 rumah adat hangus terbakar, tiga buah Ngadu dan tiga buah Bhaga juga ikut terbakar.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here