Kepala BPS Gunungkidul Himbau Peran Aktif Masyarakat Gunungkidul Dalam SP 2020

0
52

godepok-Gunungkidul. Sensus penduduk tahun 2020 dengan tajuk mencatat Indonesia ini akan berbeda dari sensus penduduk yang pernah di lakukan pada sensus sebelumnya selain mengunakan fasilitas online pada Februari hingga Maret dalam pendataannya badan pusat statistik (BPS) juga akan melakukan sesi wawancara bagi warga yang tidak tercatat secara online pada bulan Juli 2020.

Kepala badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul Drs. Sumarwiyanto mengatakan saat media menemui di kantornya Rabu (12/2/2020), dalam sensus penduduk tahun 2020 tahun ini akan di gunakan dua metode dalam melakukan sensus yaitu metode kombinasi di mana dalam sensus kali ini di gunakan nya data dasar yang berasal dari administrasi kependudukan dan catatan sipil yang kedua dengan mengunakan metode online.

“Dengan perkembangan teknologi di jaman sekarang ini, kita BPS juga akan menggunakan metode online dalam sensus penduduk tahun ini, sehingga peran aktif masyarakat dibutuhkan, sehingga dalam mendapatkan data masyarakat bisa lebih cepat,” katanya.

Dalam melakukan sensus penduduk secara online masyarakat dapat mengakses di BPS.go.id, Sumarwiyanto mengatakan masyarakat cukup melengkapi data yang sudah ada.

“Untuk SP online ngak lama kok, tinggal melengkapi data yang sudah ada dan ada beberapa pertanyaan yang sudah di sediakan, masyarakat tinggal mengisi. Ngak lama paling sekitar 15 menit selesai,” ungkapnya.

Untuk pencacah sendiri BPS Gunungkidul dalam sensus penduduk teknik wawancara di bulan Juli mengerahkan sekitar 1700 personel yang dalam perekrutannya akan di lakukan secara online.

Sumarwi menghimbau agar masyarakat Gunungkidul dalam sensus penduduk ini dapat berperan aktif dan dapat menerima dengan baik petugas yang akan mendata.

“Karena dengan memberikan data kependudukan yang falid dan benar akan mempermudah proses pencatatan dan pengarsipan data kependudukan dengan benar dan baik,” himbaunya.

Di dalam pelaksanaannya, sensus penduduk menggunakan dua macam pendekatan, yaitu Sensus de jure
Merupakan sensus penduduk didasari atas bukti hukum yang dimiliki penduduk. Salah satu dari bukti hukum adalah adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP), sementara Sensus de facto adalah Pencatatan penduduk yang dilakukan pada tiap orang yang ditemui petugas di suatu daerah, meskipun penduduk yang ditemui bukan penduduk asli daerah yang bersangkutan. Misalnya, seseorang dari Gunungkidul yang bekerja dan menetap di Jakarta akan tetap ditulis penduduk Gunungkidul pada sensus karena orang tersebut masih tercatat sebagai penduduk asli Gunungkidul.

Adapun Tujuan sensus penduduk dilakukan untuk bertujuan sebagai berikut, yang pertama mengetahui perkembangan jumlah penduduk dari periode ke periode selanjutnya. Mengetahui persebaran serta juga kepadatan penduduk di setiap wilayah. Yang ke tiga untuk mengetahui berbagai atribut sosial penduduk. Contohnya tingkat kelahiran, kematian, serta migrasi dan segala macam faktor yang mempengaruhi.(WAP godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here