Kolam Terpal bulat, solusi ternak lele yang lebih efektif

0
112
Ilustrasi

godepok-Jakarta. Salah satu kiat menumbuhkan ekonomi kerakyatan adalah dengan mengeluti Bisnis di bidang perikanan khususnya untuk ikan konsumsi. Bisnis Ikan Lele merupakan bisnis yang menggiurkan lantaran kebutuhannya yang selalu ada dan banyak sektor pasar penampungnya. Berbeda dengan ikan hias yang hanya disukai oleh kalangan tertentu saja, ikan konsumsi dibutuhkan oleh hampir semua orang.

Berdasarkan data dari Asosiasi Catfish Indonesia, permintaan terhadap ikan lele di wilayah Jabodetabek dalam dua tahun terakhir ini meningkat hingga 30%. Dari sisi peternak, produksi lele juga terlihat meningkat cukup pesat. Berdasarkan data dari Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi lele mencapai 1,8 juta ton, meningkat 131,7% dari tahun sebelumnya.

Permintaan terhadap ikan yang merupakan sumber protein lengkap ini cukup beragam. Mulai dari untuk keperluan rumah tangga, rumah makan, katering, maupun warung tenda pinggir jalan yang menyediakan lele goreng sebagai lauknya.

Budidaya Lele di Kolam Bulat

Untuk membudidayakan lele, diperlukan lahan yang cukup untuk membuat kolamnya. Biasanya, orang membuat kolam atau empang dengan menggali tanah menjadi kolam alami. Metode ini seringkali enggan dilakukan oleh sebagian orang karena butuh lahan luas.  Adapula yang membuat kolam kotak di atas tanah menggunakan terpal dengan kayu sebagai rangkanya.

Seiring dengan perkembangan zaman, budidaya lele pun kini semakin variatif dan modern. Permasalahan kolam lele dapat diatasi dengan memakai kolam berbentuk bulat sehingga lebih efisien.

Ada sejumlah keuntungan menggunakan jenis kolam bulat.

Kolam bulat dapat menampung lebih banyak bibit lele. Seperti yang dikutip dari agromedia.net, ternak lele yang menggunakan kolam bulat bisa  mencapai 700 ekor lele/meter kubik. Hal tersebut membuatnya lebih baik dari pada kolam yang berbentuk kotak atau persegi panjang.

Kolam berbentuk bulat juga diklaim membuat ikan lebih sehat dan tumbuh secara merata. Hal itu disebabkan karena persebaran oksigen yang lebih merata dari pada kolam kotak. Ini juga disebabkan karena perputaran arus pada kolam bulat lebih merata ke semua bagian kolam sehingga meminimalisasi konsentrasi ikan pada satu bagian saja.

Konsentrasi ikan pada bagian tertentu seringkali menyebabkan gesekan yang memunculkan luka, yang berujung pada timbulnya penyakit. Selain itu, dengan bentuknya yang bulat dengan pembuangannya yang terpusat di tengah, membuat pembuangan dan pengisian lebih mudah serta kualitas air tetap terjaga.

Penggunaan kolam bulat bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membudidayakan ikan lele di lahan sempit. Bahan-bahannya pun sederhana seperti rangka besi, karpet terpal, serta instalasi pipa. Paket kolam bulat pun sudah banyak yang menjual sehingga Anda tinggal merakitnya sendiri, selamat mencoba. (bhimo godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here