Lima Tahun, Partai Gerindra Merasa Dicuekin

0
31

godepok-Politik. Partai Gerindra Kota Depok pengusung pasangan Idris dan Pradi pada Pilkada 2010 merasa dicuekin oleh Pemkot Depok dalam menentukan kebijakan atau program.

Demikian dikatakan Dewan Pembina DPC Partai Gerindra Kota Depok Ir Nuroji saat ditemui di Nuroji Center.

Dia mengatakan secara pribadi tegaskan akan berpisah dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Depok 2020 mendatang.

“Kami sering memberikan masukan kepada DPRD, agar kompak dan saling memberikan informasi atau isu di Depok,” katanya.

Nuroji mengatakan, alasan partai berlambang kepala burung garuda itu memilih tidak lagi berkoalisi dengan PKS karena kecewa.

Pasalnya, selama hampir lima tahun memimpin Kota Depok, Partai Gerindra tidak pernah dilibatkan dalam hal perumusan keputusan-keputusan, dan kebijakan Walikota Depok, H. Muhammad Idris.

“Walaupun nama kami ada di Pemerintahan, tapi kami tidak pernah diajak memerintah, salah satu contoh kecil aj ada logo Frendly City itu gambar persis PKS, kalau mau adil kasih dong warna gerindranya,” katanya.

Nuroji menjelaskan, sebagai partai koalisi, sudah sewajarnya setiap keputusan yang diambil untuk kemajuan Kota Depok bisa dirumuskan bersama.

“Keputusan jangan sendiri-sendiri aja kan ada Wakil di situ. Kami sering tegor dewan, dalam beberapa kesempatan tidak diajak berkomunikasi, selama ini fungsi dewan belum dimaksimalkan,” ucap Nuroji.

Dengan pertimbangan itu Nuroji, telah bulat untuk bertarung dengan PKS dalam Pilkada 2020 mendatang.

Ia menyebut, saat ini Partai Gerindra Kota Depok telah menjalin komunikasi dengan Partai di Depok.

“Kami juga akan berbicara koalisi dengan partai lain kedepan, intinya kami siap bertarung atau pecah kongsi dengan PKS,” kata Nuroji.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Depok, Hafid Nasir mengatakan, memaklumi keputusan Partai Gerindra untuk pecah kongsi dengan PKS dalam Pilkada 2020, namun dirinya menegaskan, setiap keputusan yang diambil oleh parpol di daerah harus sesuai dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat.

“Kita jangan terlalu terburu-buru ambil sikap, karena keputusan parpol tergantung keputusan DPP,” katanya.

Menurut Hafid, keputusan DPC Partai Gerindra terlalu dini untuk mengambil sikap pecah kongsi dengan PKS di Pilkada Depok 2020.

“Masing-masing dari kita masih menunggu keputusan DPP,” kata Hafid.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here