Mahasiswa Gunardarma Turun ke Jalan Tolak RUU Cipta Kerja

0

godepok-SeputarDepok. Puluhan Mahasiswa Universitas Gunadarma pada Kamis(22/10) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU Cipta Negara.

Mereka melakukan aksinya dengan melakukan longmarch dari Kampus Universitas di jalan M Jasin ke Kampus Margonda, Kecamatan Beji.

Dengan membentangkan spanduk Gunadarma Bergerak sambi berorasi yang intinya menolak adanya RUU Cipta Kerja.

Salah satu mahasiswa Ari mengatakan
omnibus law UU Cipta Kerja sama sekali tidak mendesak dalam situasi pandemi Covid-19.

Belum lagi, undang-undang itu juga dinilai sarat kepentingan investasi asing yang tak berpihak pada kaum pekerja dan kalangan bawah.

“Kawan-kawan mahasiswa Gunadarma sepakat untuk mengawal penolakan hingga pencabutan (UU Omnibus Law Cipta Kerja) yang sudah disahkan DPR,” katanya.

Selain bermasalah dari segi prosedur pembahasan dan pengesahannya, UU Cipta Kerja tersebut merugikan para pekerja, selain juga diprediksi berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

Dia menyebutkan, omnibus law UU Cipta Kerja sama sekali tidak mendesak dalam situasi pandemi Covid-19.

Belum lagi, undang-undang itu juga dinilai sarat kepentingan investasi asing yang tak berpihak pada kaum pekerja dan kalangan bawah.

“Kawan-kawan mahasiswa Gunadarma sepakat untuk mengawal penolakan hingga pencabutan (UU Omnibus Law Cipta Kerja) yang sudah disahkan DPR,” katanya.

Selain bermasalah dari segi prosedur pembahasan dan pengesahannya, UU Cipta Kerja tersebut merugikan para pekerja, selain juga diprediksi berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

Penghapusan upah minimum kota/kabupaten (UMK) dan diganti dengan upah minimum provinsi (UMP). Penghapusan itu dinilai membuat upah pekerja lebih rendah.

Padahal, dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 disebutkan tak boleh ada pekerja yang mendapat upah di bawah upah minimum.

Baik UMP dan UMK, ditetapkan oleh gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari dewan pengupahan provinsi dan bupati/wali kota.

Penetapan UMK dan UMP didasarkan atas perhitungan Kebutuhan Layak Hidup atau KLH.

Usai melakukan aksi unjuk rasa mereka lalu membubarkan diri kembali ke lokasi kampus di Kelapa Dua, Cimanggis.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here