Masa Pandemi, Gunungkidul Panen Palawija

0

godepok-Gunungkidul, Belum membaiknya penyebaran covid-19 di Gunungkidul tidak menyurutkan masyarakat Gunungkidul yang sebagian besar petani untuk meningkatkan produksi pangannya.

Peningkatan produktivitas hasil pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan di daerah ini menjadi fokus kerja DPP (Dinas pertanian dan pangan) Kabupaten Gunungkidul dalam melaksanakan instruksi presiden dalam menghadapi dampak pandemi di Gunungkidul.

Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto kepada media godepok.com mengatakan memasuki awal tahun 2021 ini Gunungkidul telah melakukan pemanenan palawija dan di pertengahan tahun ini akan terus bertambah hasilnya.

Bambang menegaskan upaya peningkatan produktivitas ini di lakukan untuk mengamankan lumbung pangan di Kabupaten Gunungkidul dalam menghadapi Pandemi covid yang hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda mereda.

Bambang menjelaskan dari 1.141 Ha yang saat ini di tanami palawija oleh masyarakat, telah melakukan panen. ia juga menambahkan panen di awal tahun ini di karenakan tinggi nya curah hujan di awal tahun ini mampu melakukan percepatan pemanenan palawija di Kabupaten Gunungkidul.

“Panen ini memang maju, karena curah hujan yang banyak di awal tahun ini, dan panen ini untuk memenuhi kebutuhan ketersedian pangan kita dalam menghadapi Pandemi covid, apa lagi saat ini pemerintah pusat juga menerapkan PSBB Jawa-bali, yang jelas kita amankan perut dulu kan,” jelas Bambang Wisnu Broto di kantornya, Jumat (22/1).

Dalam awal tahun ini DPP Kabupaten Gunungkidul mencatat untuk komoditas kacang tanah panen di luasan lahan 963 Ha di setiap Kapanewon, adapun Kapanewon yang paling banyak melakukan pemanenan kacang tanah ini ada di Kapanewon Tanjungsari dengan luasan lahan 265 Ha, Kapanewon Girisubo 209 Ha, dan Kapanewon Tepus 176 Ha.

Bambang Wisnu Broto menambahkan dari panenan palawija ini kedelai masih rendah dalam hasil panennya. Untuk panen di awal tahun ini hanya 19 Ha itu pun berada di beberapa Kapanewon, seperti Semin, Ngawen, Nglipar dan Playen. Sehingga dari capaian panenan kedelai yang masih rendah menjadi PR tersendiri bagi Dinas pertanian dan pangan Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu untuk komuditas padi Bambang menjelaskan akan panen di awal bulan februari, itu pun padi dengan varietas padi Gogo.

Bambang berharap dengan panen di awal tahun kebutuhan pangan masyarakat Gunungkidul tetap terjaga.

“Walaupun Pandemi belum usai, mudah-mudahan petani tetap produktif dalam mencukupi kebutuhan pangan nya,” harap Bambang.(WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here