Melawan Hukum, Karno Harus Patuhi Panggilan PN Depok

0
19

godepok-SeputarDepok. Karno Sumardo pedagang Pasar Kemirimuka yang diduga melakukan perbuatan hukum seharusnya mematuhi panggilan Pengadilan Negeri Kota Depok untuk hadir dalam persidangan.

Sejak sidang dilakukan selama dua kali sangat disayangkan Karno tidak memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Kota Depok.

Dua kali Karno mangkir dari panggilan Pengadilan Kota Depok namun dia malah keluyuran dan berkeliaran di Pasar Kemirimuka.

“Semestinya jika Karno berani harus hadir di persidangan Pengadilan Negeri Depok namun malah engak hadir,” kata salah satu pedagang.

Diduga melakukan Perbuatan Melawan Hukum, Karno dan Leo Akan Disidangkan

Karno Sumardo dan Leo Ferdiansyah rencana pada Selasa (30/6) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Kedua nama tersebut diduga sebagai orang dibalik perlawanan pihak ketiga yang mengakibatkan tertundanya pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, dibawa ke ranah hukum Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok oleh PT Petamburan Jaya Raya (PT PJR).

Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat, kepada wartawan mengatakan, dua warga yang dimaksud adalah Karno Sumardo dan Leo Ferdiansyah.

“Kedua orang ini digugat oleh klien kami PT Petamburan Jaya Raya selaku pemilik Pasar Kemirimuka yang sah sesuai hukum di Pengadilan Negeri Kota Depok,” katanya pada Senin (29/6).

Kliennya sudah mendaftarkan ke Pengadilan Negeri Kota Depok dengan No 70/pdt.G/2020/ PN Depok dimana sidang pertama sudah dilaksanakan pada Rabu (10/6/2020).

Namun sangat disayangkan pada sidang pertama, kedua tergugat tersebut tidak hadir pada pelaksanaan sidang.

Karena ketidakhadiran atau mangkir tergugat Karno maka sidang selalu diundur yang dituding hanya mengulur ngulur waktu.

Dia menambahkan kliennya memperkarakan dua orang ( Karno dan Leo) karena diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengajak beberapa pedagang melakukan perlawanan pihak ketiga untuk menunda eksekusi Pasar Kemirimuka milik PT PJR.

“Seharusnya kegiatan pembacaan deklarasi eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok sudah dilaksanakan, namun dengan adanya pihak yang melawan putusan tersebut maka pelaksanaan eksekusi Pasar Kemirimuka tertunda, sebelum akhirnya mereka dihukum melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh PN Depok dan akhirnya mencabut kasasi perlawanan tersebut,” katanya.

Tertundanya pembacaan deklarasi eksekusi oleh Pengadilan Negeri Kota Depok mengakibatkan kliennya PT Petamburan Jaya Raya dirugikan.

“Tidak hanya klien kami saja yang dirugikan akan tetapi para pedagang Pasar Kemirimuka lainnya juga dirugikan atas penundaan deklarasi eksekusi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here