Memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2018, Era Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Bagaimana?

0
42
Juri Ardiantoro, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ)

godepok. Revolusi Industri 4.0 yang antara lain ditandai dengan adanya konektivitas dunia oleh jaringan internet atau siber telah mengubah tata kelola kehidupan sosial, termasuk perilaku masyarakatnya. Bagaimana respon dunia pendidikan kita? Apakah dunia pendidikan telah dapat meletakan pijakan yang kuat dan kerangka yang memadai untuk membangun system pendidikan yang kompatibel dengan tuntutan era ini, sehingga Indonesia dapat menjadi bangsa yang bersaing dengan kemajuan bangsa lain. Selain itu, bagaimana dengan kemajuan era teknologi nirkabel ini, pendidikan dapat memandu kesadaran dan perilaku masyarakat bahwa Indonesia adalah bangsa yang harus dijaga dan dirawat pluralitasnya.

Inilah pertanyaan-pertanyaan kritis Juri Ardiantoro, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) atau yang dulu dikenal Institut keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta (IKIP JAKARTA) dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November.

Mengapa? Pertama, lebih dari setengah dari 262 juta jumlah penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Apakah pengunaan internet ini menunjukkan aktivitas yang produktif dalam usaha-usaha kemajuan masyarakat dan bangsanya atau sebaliknya, lebih sebagai aktivitas konsumtif ?

Dunia pendidikan perlu menjawab tantangan ini, sebab pendidikan merupakan arena dimana manusia Indonesia berkesempatan untuk mengembangan kapasitas manusia untuk melakukan pemanfaatan-pemanfaan secara produktif maupun inovasi-inovasi untuk kemajuan dan kemanfaatan umat manusia.

Kedua, dampak penggunaan internet, khususnya media sosial telah memberi kontribusi bagi disintegrasi sosial. Wajah dunia sosial kita saat ini memperlihatkan sisi negatifnya, yakni pembelahan masyarakat, baik karena berbeda keyakinan maupun berbeda pilihan politik. Sebagian dinding media sosial menjadi tempat melukis dan menggambarkan fitnah, ujaran kebencian, bahkan menyebarkan berita bohong (hoax). Ini kenyataan yang mengkhawatirkan bagi masa depan bangsa.

Pada konteks inilah, posisi dan peran guru menjadi sangat penting. Menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2017 pengguna internet dari kalangan remaja atau pelajar (usia 13-18) mencapai angka 16,68 persen.
Artinya, guru memiliki tanggung jawab terhadap penciptaan lapisan generasi yang kritis dan rasional terhadap era Revolusi Industri 4.0 ini. Lapisan generasi yang sadar untuk dapat mengambil peran dalam percepatan perubahan akibat revolusi ini pada satu sisi, sementara pada sisi yang lain guru dapat menjadi jembatan untuk menyiapkan generasi yang percaya dan memperjuangkan indahnya menjaga Indonesia dari segala potensi dan upaya yang memecah belah.

Tugas-tugas itu memang tidak ringan, apalagi masih banyak masalah yang melingkupi diri guru maupun lingkungan profesionalitasnya. Namun, di sinilah guru sebagai ” Pahlawan tanpa tanda jasa” semakin menancap tanda jasa itu pada setiap insan Indonesia. Semoga ke depan guru semakin baik kehidupan dan martabatnya. Demikian Juri Ardiantoro menutup pembicaraan seraya mengucapkan selamat memperingati hari Guru Nasional Tahun 2018.

#Juri Ardiantoro untuk godepok.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here