Mobil Travel Plat Hitam Diamankan

0
10

godepok-SeputarDepok. Aparat gabungan TNI, Polri, Dishub dan SatpolPP mengamankan mobil pribadi yang membawa penumpang atau pemudik ketika melintas di wilayah Depok menuju Jakarta.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai virus Corona.

“Sebelum lebaran kita telah melaksanakan kegiatan larangan mudik supaya warga yang dari Jakarta tidak pulang ke kampungnya, agar kampungnya tidak terpapar virus Corona,” katanya.

Dia mengatakan, setelah hari raya lebaran aparat kembali melakukan kegiatan dengan tujuan untuk mengawasi dan membatasi orang yang dari daerah masuk ke Jakarta maupun sekitarnya, dalam hal ini Kota Depok.

“Pas kegiatan itu kita masih melaksanakan perintah sesuai peraturan perundang-undangan, di antaranya Perwali (peraturan wali kota) dan Undang-undang Lalu-lintas,” bebernya

Pihaknya telah melakukan kegiatan patroli, hunting dan cek point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak tanggal 28 Mei 2020.

Dan sampai dengan periode 1 Juni 2020, di dapatkan beberapa angkutan orang yang hendak masuk ke arah Jakarta melewati Depok.

“Yang kami tindak di antaranya beberapa kendaraan travel yang berpelat hitam menyalahi PSBB, dan Perwali serta menyalahi Undang-undang Lalu Lintas, tepatnya melanggar Pasal 308, yakni menyalahi aturan trayek dimana ancamannya adalah kurungan 2 bulan atau denda Rp 500 ribu,” katanya.

Adapun jumlah travel yang diamankan yakni 13 kendaraan jenis bus dan minibus.

Mereka kendapatan ingin masuk Jakarta dengan beragam modus, salah satunya melalui jalur-jalur tikus untuk mengelabui petugas jaga.

Mereka ini tidak melewati Pantura tapi melambung dulu melewati Sukabumi, Cianjur, Jonggol dan ketika akan masuk Bogor mereka belok lagi hingga melintas di wilayah Depok, tapi kita sudah memasang anggota disana dan patroli

Azis menegaskan, mereka yang diamankan bukan hanya melakukan pelanggaran peraturan saja tapi juga tidak ada kesadaran untuk sama-sama menjaga kesehatan satu sama lain.

“Untuk travel semunya jelas mlanggar ijin trayek dan PSBB. Sedangkan untuk kendaraan pribadi yang kami putar balik ada 324 kendaraan,” tuturnya.

Lebih lanjut Azis mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui, rata-rata kendaraan yang dihalau ini datang dari arah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Mereka ini rata-rata warga daerah yang banyak beraktivitas di sekitar Jakarta. Awal sebelum ada larangan mudik mereka sudah pergi dan sekarang ada larang balik, mereka sudah kmbali,” ucapnya.

Selain bergerak pada malam hari atau jelang subuh, modus lain yang digunakan para pelanggar adalah dengan menyewa travel secara berkelompok.

“Mereka ini rata-rata iuran, kemudian sama-sama ke tempat tujuan, utamanya ya ke Jakarta,” katanya.

Biasanya bergerak pada malam hari atau dini hari untuk mengelabui petugas yang dilapangan dan melewati jalur-jalur yang tak biasa, bukan jalan utama.

Azis menambahkan, untuk para penumpang travel akan dilakukan cek kesehatan.

Jika terindikasi terinveksi Covid-19 maka akan dilakukan karantina atau dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Intinya jangan sampai menjangkiti daerah lain,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Erwin Aras Genda menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui jika para pemilik travel ini memasang tarif cukup tinggi untuk sekali jalan.

Ongkosnya bisa dua kali lipat ada yang Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per orang.

“Ini kan memberatkan masyarakat juga sebenarnya. Kecuali bus yang menerapkan protokol, itu dia ada SIKM dan biayanya normal,” katanya.

Bahkan ada salah satu mobil yang seharusnya ditumpangi empat penumpang akan tetapi ditumpangi tujuh penumpang.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here