Nuroji, Ajak Loper Koran Masuk Koperasi

0
100
Nuroji ditengah paguyuban loper koran se-kota Depok.

godepok.Di era digital saat ini, perkembangan media online berkembang sangat pesat sehingga keberadaan media cetak mulai tersesisihkan, seiring perkembangan digitalisasi yang semakin pesat dan kebutuhan informasi semakin mudah di dapat, masyarakat mulai perlahan dan pasti beralih ke media online. Demikian dikatakan salah satu agen koran Wahyu Sirait saat dialog dengan anggota DPR RI Ir Nuroji pada Rabu (19/12) malam di jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji.

“Di era digital saat ini koran atau media cetak mulai terpinggirkan diharapkan Ir Nuroji bisa membantu sehingga pemasaran koran atau media cetak tetap bertahan,” tanya Wahyu loper koran.

Perkembangan media, baik itu media cetak maupun media elektronik, dari masa ke masa semakin berkembang, Inovasi teknologi media memunculkan persaingan yang mengakibatkan komunikasi dan informasi semuda membalikkan tangan.

Begitu pula dengan surat kabar atau biasa disebut koran, yang merupakan salah satu media jurnalisme cetak berisikan artikel-artikel dan memuat tulisan tentang peristiwa atau berita penting terhangat seputar kehidupan manusia, makin lama makin tergeser oleh kemajuan teknologi tadi.

“Ini jaman digital sudah banyak pembaca kita yang biasa membaca media cetak sudah beralih ke media online atau sosial, mohon kiranya bapak sebagai wakil kami di DPR bisa memberikan solusi agar kami masih bisa bertahan ” katanya.

Diharapkan dengan adanya pertemuan ini bisa memberikan harapan agar para loper atau agen media cetak yang tergabung dalam Paguyuban Koran Depok bisa tetap bertahan dan eksis.

Di lokasi sama Ir Nuroji menambahkan, Paguyuban Koran Depok yang terdiri dari agen, loper Koran di Kota Depok merupakan salah satu jaringan dari Nuroji Center yang dibentuk beberapa tahun lalu.

“Paguyuban Koran Depok atau PKD merupakan jaringan Nuroji Center yang sudah berkerjasama dengan kita selama ini” kata Nuroji.

Apa yang disampaikan oleh para agen atau loper, sambung Nuroji, memang menjadi sesuatu kenyataan dimana media cetak, seperti surat kabar, mencapai puncak masa kejayaannya dari sejak adanya ilmu pengetahuan seputar jurnalistik di barengi dengan munculnya media on-line.

Munculnya teknologi internet menjadikan media cetak seperti surat-surat kabar, koran, atau majalah dapat diakses melalui Internet dan hal tersebut menjadikan media tercetak semakin rendah peminatnya.

“Kecenderungan masyarakat saat ini, lebih suka membuka internet untuk mengakses informasi ketimbang membaca di media konvensional seperti Koran,” ungkap Nuroji.

Media cetak, lanjutnya, hampir tertinggal dari media elektronik, sehingga hal ini perlu diperhatikan lagi karena turut memberi perubahan pada perkembangan informasi dalam sosial dan masyarakat.

“Antusias sebagian masyarakat Indonesia untuk mendapatkan sumber informasi primer dari surat kabar cetak atau koran, belakangan ini mulai menurun,”katanya.

Dengan problema itu Nuroji mengajak kepada loper atau agen yang masih memiliki waktu untuk bergabung di Koperasi Garudayaksa Nusantara yang siap membantu para loper untuk membuka usaha sebagai gantinya. (win godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here