Optimalisasi PAD, Alat Perekam Transaksi Online Mulai Disosialisasikan

0
9

godepok/BKD – Sebagai upaya untuk memaksimalkan pendapatan daerah serta mengantisipasi tindak korupsi di sektor pajak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Bank BJB mensosialisasikan pemasangan alat perekam data transaksi online dengan kepada 50 pelaku usaha di Kota Depok.

Ketua Tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan KPK Wilayah Jawa Barat, Tri Budi Rochmanto mengatakan, pemasangan alat perekam data transaksi online tersebut merupakan salah satu program optimalisasi pendapatan daerah dengan tujuan meningkatkan PAD dari sektor pajak di tiap daerah.

“Semoga dengan adanya pemasangan alat tersebut dapat meningkatkan pendapatan pajak daerah di setiap daerah,” ujarnya.

Karena menurutnya, dengan melakukan pemasangan alat tersebut merupakan kerjasama yang saling menguntungkan antara para pengusaha dan Pemerintah Daerah.

“Ini kerja sama yang saling menguntungkan. Catatan ke depan adalah Pemkot Depok harus mampu mengidentifikasi mana Wajib Pajak (WP) yang potensial dipasangkan alat rekam transaksi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Depok Nina Suzana mengatakan, pemasangan alat tersebut merupakan upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi dari jenis Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayarkan konsumen seperti pada saat makan atau menginap di hotel.

“Program tersebut merupakan yang diluncurkan oleh KPK dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia dan kami Pemkot Depok bertugas untuk memfasilitasi,” terangnya.

Untuk tahap awal, kata Nina, pihaknya akan menyebar 50 perekam kepada pelaku usaha secara acak kemudian akan dilihat dan dievaluasi efektivitas penggunaan alat tersebut.

“Ke depan jumlahnya akan ditambah. Ini merupakan upaya kita dalam mengamankan keuangan daerah, bukan tidak percaya. Tapi, kita bangun kerja sama untuk mencegah perilaku koruptif satu sama lain,” tandasnya.(win godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here