Orang Tua Siswa Keluhkan Biaya Studi Tour

0
32

godepok – Orang tua siswa SMA 11 Kota Depok yang berlokasi di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji mengeluhkan biaya studi tour dengan tujuan Bromo-Malang dan Bali dengan biaya mencapai Rp 2.850.000.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah KNPI Kota Depok Friansyah kepada Selasa (14/1) mengatakan dirinya mendapatkan aduan dari para orang tua siswa yang mengeluhkan adanya biaya studi tour yang dinilai memberatkan.

“Saat kami mau bertugas ke luar kota ada perwakilan orang tua siswa SMA 11 Depok yang datang ke rumahnya untuk melaporkan masalah biaya studi tour yang mahal”katanya.

Pihak sekolah melaui Komite Sekolah membanderol uang study tour sebesar Rp 2.850.000 Rencananya, uang itu digunakan untuk mengunjungi ke daerah Bromo,Malang dan Bali pada April 2019 mendatang.

Dia mengatakan banyak orang tua siswa mengeluh, jika dijumlahkan maka dana studi tour akan mencapai Rp 640 juta, dimana biaya yang sangat tinggi untuk biaya studi tour.

Dikatakan Friansyah apa yang disampaikan oleh orang tua biaya tersebut sangatlah tinggi bagi orang tua siswa dan penetapan harga tersebut belum dimusyawarahkan oleh para orang tua siswa.

“Kami dapat aduan dari orang tua siswa penentuan biaya tersebut belum di musyawarahkan dimana penentuan nilai biaya dilakukan sepihak oleh para panitia tour travel SMA 11″katanya.

Friansyah menambahkan saat membaca surat dari Komite Sekolah SMA 11 yang diberikan oleh orang tua siswa isinya sangat kurang tepat dalam menyusun kata-kata perihal kegiatan studi tour.

Orang tua siswa keberatan karena pihak sekolah langsung menyetujui permohonan dari agen atau trevel sebelum mengadakan rapat dengan orang tua siswa.

Dalam lembar surat tersebut ada Surat Pernyataan yang harusndiisi oleh orang tua siswa.

Orang tua siswa menambahkan, “dalam lembar surat yang dibagikan kepada siswa telah ada persetujuan dari Kepala

Sekolah dan diketahui oleh Komite sekolah, padahal, orang tua siswa belum pernah diajak untuk rencana kegiatan study tour.

“Masa didalam surat tertulis uang pendaftaran disetor ke bendahara kelas, kami nilai pengunaan bahasanya kurang sopan dan etis”katanya.

Seharusnya pihak Komite Sekolah membuat surat kepada orang tua perihal kegiatan tour travel yang relevan jangan asal menyusun saja dengan mencantumkan harga atau biaya studi tour.

Sementara itu terkait adanya laporan dari orang tua siswa, dirinya akan memfasilitasi pertemuan antara orang tua siswa dengan komite sekolah untuk mencari solusi.

Seharusnya Komite Sekolah melakukan penggalangan dana untuk menambah fasilitas sarana dan prasarna yang belum dimiliki.

Tugas komite sekolah seharusnya memberikan atau menjembatani permasalahan di sekolah antara guru siswa dan orang tua akan tetapi bukan malah menjadi eksekusi.

Sementara itu Sekretaris Komite SMA 11 Kota Depok Andri Yudisprana saat dikonfirmasi belum mengetahui adanya rencana tersebut.

“Kami belum tau, nanti aku tanyakan kepada ketua dan akan dimusyawarahkan lagi”katanya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here