Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Penangkal Intoleran Dan Radikalisasi

0
25

godepok/Gunungkidul – Seiring perkembangan jaman dan cepatnya arus komunikasi melalui teknologi digital membuat pola berfikir dan pola bersikap masyarakat sudah mengarah pada sifat individualisme, di tambah dengan iklim perpolitikan baik internasional dan nasional menyebabkan pula pergeseran pola berkebangsaan masyarakat Indonesia.

Melihat kondisi perkembangan masyarakat yang terus berubah maka pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui lembaga Kesbangpol (kesatuan kebangsaan dan politik) merasa perlu penanaman kembali nilai-nilai Pancasila dan berkebangsaan dengan mengadakan seminar dan sosialiasi kepada masyarakat khusunya generasi muda.

Seperti sosialisasi Kesbangpol yang berlangsung di Aula kompleks Kecamatan Semin, dengan tajuk Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Rabu (16/10/09), selain di hadiri forkompimcam Kecamatan Semin, hadir sebagai narasumber sosialisasi Pancasila dan kebangsaan ini Mayor Arm. Ronang Sasiarto Kasi Kesos korem (Komando Resor Militer ) 072 Pamungkas dan Achmad Riadi, S.Hum Pusat Studi Pancasila Universitas Pembangunan Nasional “veteran” Yogyakarta.

Dalam materinya Mayor Arm. Ronang sasiarto menyampaikan 5 nilai Bela Negara untuk mencegah konflik sosial di antaranya Cinta tanah air, Sadar berbangsa dan bernegara, Yakin Pancasila sebagai idiologi Negara, Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara, dan Memiliki kemampuan awal Bela Negara.

“Saat ini generasi muda kita memiliki tantangan yang sangat luar biasa selain tantangan dari dalam negeri juga tantangan dalam kempuan daya saing dengan negara asing, di tambah dengan perdagangan bebas seperti sekarang ini, maka dari itu generasi muda kita harus memiliki dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan mengerti dengan apa yang di namakan wawasan kebangsaan,” katanya.

Melengkapi apa yang di paparkan Mayor Ronang, Achmad Riadi menyampaikan dalam materinya bahwa segenap warga negara Indonesia harus tetap mempertahankan budaya yang di miliki oleh bangsa Indonesia sendiri, dengan kerukunan dan semangat gotong-royong nya, serta memperkuat jiwa nasionalisme.

“Dengan perkembangan komunikasi yang serba cepat seperti sekarang ini masyarakat kita sudah tidak mau lagi memikirkan masyarakat sekelilingnya, sehingga terjadilah apa yang dinamakan Intoleran di masyarakat, bahkan ada sebagian kelompok yang merongrong kewibawaan dan mempertannyakan nilai dan sumber Pancasila, ini sangat berbahaya apa lagi sampai tataran radikalisme,” ungkapnya.

Sosialisasi Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini dihadiri oleh pengajar dan pelajar se Kecamatan Semin. (WAP Kontri Gundul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here