Panwaslu Depok Larang Pasangan Calon Beriklan di Media Massa

0
57
Ketua Panwaslu Kota Depok Dede Selamet

godepok – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok telah menginstruksikan kepada tim sukses pasangan calon (Paslon) gubernur-wakil gubernur Jawa Barat untuk tidak memasang iklan di media massa cetak, elektronik maupun online sebelum waktunya.

Ketua Panwaslu Kota Depok Dede Selamet pada Rabu (28/3) kepada wartawan mengatakan, sesuai aturan di PKPU mengenai aturan kampanye di media massa.

Jelas waktunya 14 hari sebelum masa tenang, dan itu difasilitasi oleh KPU.

“Maka kami berharap para paslon ini mematuhi aturan agar tidak memasang iklan secara mandiri baik di media cetak, elektronik dan media penyiaran publik,” ujarnya pada Selasa (28/3).

Ia menambahkan, hal tersebut melanggar aturan, dan jika tetap dipaksakan untuk memasang iklan itu akan ada dua rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya berupa penghentian penayangan iklan hingga pembatalan pasangan calon.

Aturan di PKPU sangat jelas, jadi bukan tidak boleh beriklan, tapi ada waktunya untuk itu.

Begitu juga dengan iklan advertorial, itu tidak diperbolehkan.

Yang diizinkan oleh PKPU itu hanya pemberitaan, karena advertorial itu bisa dikategorikan sebagai iklan.

Tapi untuk pemberitaan kegiatan dan lainnya silahkan.

“Sudah ada beberapa timses dan partai pengusung yang kita panggil pihaknya terkait hal tersebut” katanya.

Untuk mencegah hal itu tidak terjadi lagi, dirinya berharap tidak ada lagi paslon maupun timses dan partai pengusungnya yang beriklan saat ini.

Dikatakannya, jika ada partai yang ingin memasang kegiatannya itu sah-sah saja. Akan tetapi, kata dia, jika konteksnya untuk pilgub hal itu dilarang.

Hal ini sesungguhnya untuk melindungi pers juga, agar tidak terlibat dalam politik praktis, amannya pemberitaan saja. Begitu memasuki masa kampanye, silahkan beriklan.

Ke depan, pihaknya telah menjadwalkan untuk menggelar sosialisasi kepada partai politik, timses dan media untuk menjelaskan peraturan kampanye, sekaligus peraturan pra kampanye pileg dan pilpres.

“Kami harus ajak bicara agar pemahamannya sama dan tidak ada yang dirugikan. Kami tidak menyalahkan medianya”. pungkasnya (aji godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here