Pedagang Bakso Kena Imbas Daging Mogok

0

godepokSeputarDepok, Penjual bakso dan pedagang warteg di Pasar  ikut terdampak dari aksi mogok penjual daging sapi selama 3 hari karena kenaikan harga yang mencapai Rp95 ribu per kilogram dari pemasok atau Rumah Potong Hewan (RPH).

Sedangkan untuk harga jual daging sapi di pasar bisa mencapai Rp120 ribu perkilogram, Rabu (20/

Dampak tersebut ikut dirasakan Mastoi salah satu penjual Bakso di kawasan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.

Dia mengatakan, terpaksa ikut berhenti berjualan karena mogoknya pedagang daging sapi.

“Terpaksa berhenti jualan juga, kan belanja daging nya gak bisa, hari ini pada mogok pedagang dagingnya. Kalau jualan hari ini kan belanja kemaren dagingnya,”katanya.

Dia berharap kepada Pemerintah agar bisa mendengarkan keluh kesah pedagang kecil dan dapat segera menormalkan kembali harga daging sapi.

Sedangkan Wari pedagang nasi Warung Tegal (Warteg) di Pancoran Mas Kota Depok memilih tidak menjual olahan daging sapi di menu lauk pauknya.

“Siasatinya ya gak bikin lauk dari daging sapi dulu, jadi masih tetep bisa jualan. Daripada dijual mahal nanti gak ada yang beli jadi rugi,” ujarnya.

Abud salah satu pedagang daging sapi mengungkapkan, seluruh pedagang kompak mogok selama 3 hari karena kenaikan harga daging sapi yang melambung tinggi.

aat ini harga daging sapi dari pemasok atau Rumah Potong Hewan (RPH) mencapai Rp95 ribu /kg yang semula Rp86 ribu. Untuk harga jual di pasa sendiri harga daging sapi mencapai Rp120 ribu per kilogram.

“Ya karena harga potongan dari jagal itu melonjaknya sampai 9 ribu. Harga normal kan 86 ribu, sekarang 95 ribu,”katanya.

Pedagang daging sapi yang berjumlah 12 orang kompak mogok karena kenaikan harga yang membuat bingung pedagang untuk menjualnya.

“Kita jual mahal enggak laku, kita jual murah kitanya rugi,”katanya.(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here