Pemasangan Plang Pemkot Depok di Pasar Kemirimuka dapat menimbulkan Adu Domba

0

godepok-SeputarDepok. Pemasangan papan plang Pemkot Depok di kawasan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji dinilai ngawur, tidak ada landasan yang benar bahkan bisa menciptakan kegaduhan serta adu domba sesama pedagang.

Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya Saor Siagian SH MH mengatakan pemasangan plang Pemkot Depok di pasar Kemirimuka dinilai ngawur dan cacat hukum.

Dia beralasan di plang tersebut bahwa Pasar Kemirimuka milik Pemkot Depok sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Barat Nomor 593.82/SK 216.S/AGR-DA/177-86.

Akan tetapi SK tersebut tentang persetujuan izin Prinsip lokasi dan pembebasan tanah di Desa kemirimuka kecamatan Beji kotip Depok.

“Jadi jelas lahannya sudah dibebaskan lantas mau apalagi.

“Pemkot Depok pernah mengajukan gugatan terhadap PT Petamburan Jaya Raya dan yang di jadikan dalil gugatan tersebut adalah SK gubenur kepala daerah tingkat 1 jawa barat no Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Barat Nomor 593.82/SK 216.S/AGR-DA/177-86 pada tahun 2019 dengan nomor perkara 272/pdt-G/2018/PN Depok,” namun gugatan yang di ajukan pemkot depok di yatakan kalah oleh pengadilan negeri depok dan di menangkan oleh pt pertaburan jaya raya di putus tangal 26 agustus 2019 gugatan tersebut di nilai oleh pn depok mengadung Azaz Ne Bis In Idem.

Bahwa gugatan aquo merupakan gugatan perkara dengan subtansi yang yang sama dimana obyek gugatan, pokok perkara dan pihak yang berperkara sebelumnya telah diperiksa di Pengadilan Bogor yang teregister perkara Nomor 36/Pdt/G/2009/PN Bgr tanggal 29 Maret 2010 Jo No 256/PDT/2010/PT BDG tanggal 5 Oktober 2010 Jo Nomor 695/K/PDT/2011 tanggal 9 Februari 2012 Jo 476 PK/PDT/2013 tanggal 4 April 2014 yang saat ini telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht van gewisdje.

Perkara yang sama tidak dapat kembali diperkarakan dua kali dan tidak bisa menekan atau intervensi keputusan PN Depok untuk melakukan pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka.

Sangat jelas berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bogor, Pengadilan Tinggi Bandung, hingga Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu, dinyatakan PT Petamburan Jaya Raya adalah pemilik sah atas tanah Pasar Kemiri Muka berikut bangunan diatasnya.

Ini artinya putusan sudah berkekuatan hukum tetap, berdasarkan Kasasi MA 9 Februari 2012 atau berdasarkan PK pada 4 April 2014.

Putusan itu tepatnya adalah nomor: 36/Pdt.G/2009/PN.Bgr jo Nomor: 256/Pdt/2010/PT.Bdg jo Nomor: 695/Pdt/2011 jo Nomor: 476PK/Pdt/2013 Tentang sengketa lahan Pasar Kemirimuka.

“Jadi memang sudah berkekuatan hukum tetap atau sudah inkracht.”

Sementara itu salah satu Pedagang Pasar Kemirimuka Yadi menambahkan papan plang yang dipasang berisikan tiga poin menurutnya semuanya itu sudah di pertimbangkan majelis hakim dipersidagan.

“Kami kaget kok Pemkot Depok pasang plang berisi tiga poin namun tiga poin itu kandas semuanya di Pengadilan Negari Depok,” katanya.

Dengan adanya plang Pemkot Depok yang dipasang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab bisa menciptakan kegaduhan, adu domba di Pasar Kemirimuka.

Adanya plang tersebut ybisa menimbulkan adu domba maka yang dirugikan adalah Pemkot Depok dan Walikota Mohammad Idris itu sendiri.

Plang tersebut menandakan Pemkot Depok tidak mengerti putusan hukum yang sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung.

Pedagang meminta kepada pihak Kepolisian dan terkait untuk mencabut plang yang bisa menimbulkan kegaduhan adu domba di Pasar Kemirimuka.

Jika papan tersebut tidak segera dicopot makan akan dibawa ke ranah hukum karena lahan tersebut milik PT Petamburan Jaya Raya yang sah dan kuat.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here