Pembatasan Pembangunan Apartemen di Margonda Isapan Jempol

0
9
Pembangunan Mall Margonda

godepok-SeputarWarga. Pembatasan Pembangunan apartemen di Jalan Margonda Kecamatan Beji oleh Pemkot Depok dinilai masyarakat hanya isapan jempol belaka.

Pembatasan pembangunan apartemen di Jalan Margonda dikatakan hanya isapan jempol karena saat ini ada pembangunan apartemen di Jalan Margonda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

“Ya katanya ada pembatasan pembangunan apartemen di Jalan Margonda namun kok ada pembangunan apartemen,” kata Ridwan salah satu warga di Kemirimuka.

Dia berharap penghentian atau penyetopan perizinan membangun apartemen di kawasan Jl. Raya Margonda harus juga diikuti dengan penghentian perizinan pembangunan pusat perbelanjaan, mal, restoran dan lainnya.

“Percuma kalau hanya apartemen yang distop jika bangunan lain tetap dikeluarkan atau diberikan,” katanya.

Izin mendirikan bangunan (IMB) untuk apartemen di ruas Jalan Margonda, akibat kepadatan dan kemacetan yang cukup tinggi dilokasi tersebut.

Warga berharap penyetopan tersebut hendaknya jangan hanya umbar janji saja tapi harus dilakukan dengan tegas sehingga pembangunan dapat merata di 11 kecamatan.

Di lokasi lain Ketua Karang Taruna Kecamatan Beji Friansyah menambahkan di wilayahnya di Gang Ciliwung rencananya akan dibangun apartemen.

“Ya di wilayah kami saja ada rencana pembangunan apartemen,” katanya.

Dia mengatakan kalau dirinya mengetahui informasi terkait pembatasan pembangunan apartemen oleh Pemkot Depok, namun masih ada saja proses pembangunan apartemen di Margonda.

Sementara itu, Walikota Depok Muhammad Idris menambahkan, pemberian IMB untuk pembangunan apartemen baru di kawasan Jl. Raya Margonda memang dihentikan menunggu adanya peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baru di kawasan tersebut.

Pihaknya, tambah dia, memang tengah melakukaan pengkajian serta penataan di kawasan Margonda dengan melibatkan tim penataan termasuk pakar akademisi kaitan dengan kawasan Jl. Raya Margonda yang cukup padat dengan pusat perbelanjaan, apartemen serta lainnya.

“Ini sesaui amanat pemerintah untuk dibentuk ini tim kajian tersebut merekalah yang akan melihat dan merekomendasi terakhir, apakah Margonda ini masih layak dibangun apartemen,” tambahnya.

Pembatasan keberadaan apartemen di kawasan Jl. Raya Margonda merupakan hasil survai dan kajian. Penataan kawasan tersebut kini memang mulai diberlakukan dan pembahasan Raperda RTRW dilakukan di 2020.

“Kemacetan dan kepadatan arus lalulintas di ruas Jl. Raya Margonda yang terjadi hampir setiap hari terlebih hari Sabtu dan Minggu juga menjadi salah satu hasil survai serta kajian penghentian perizinan tersebut,” ujarnya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here