Pemkot Lemah, Massa Serba Putih Demo Ahmadiyah

0

godepok-SeputarDepok. Pendemo yang mengenakan seragam serba putih pada Jumat(31/1) melakukan aksi unjuk rasa di depan tempat Ahmadiyah di Jalan Raya Sawangan

Dengan membawa spanduk mereka menuntut pembubaran Ahmadiyah yang ada di wilayah tersebut.

“Aksi ini bentuk tuntutan kami karena sampai saat ini Ahmadiyah masih bercokol di Sawangan. Padahal sudah dilakukan penyegelan terhadap lokasi itu oleh Pemkot Depok,” kata pendemo Rudi.

Meski sudah disegel, namun jemaat Ahmadiyah masih melakukan aktivitasnya di lokasi tersebut.

“Tak ada kata lain, keinginan kami dan masyarakat Sawangan Ahmadiyah harus dibubarkan. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa kalau Ahmadiyah sesat dan menyesatkan. Kami khawatir kalau tidak dibubarkan mereka semakin gencar menyebar luaskan ajaran mereka yang sesat,” katanya.

Habib Abdul Azis menambahkan pihaknya kecewa dengan Pemerintah Depok.

Ahmadiyah ini sudah didemo beberapa kali tapi hanya disegel dan disegel, tidak ada tindak lanjutnya.

Massa menilai, Pemerintah Kota Depok tidak memiliki sikap tegas terkait keberadaan Ahmadiyah.

“Pemerintah Depok sudah mengetahui Ahmadiyah ini tidak diakui tapi mereka lalai. Kami harap Pemkot Depok bisa membeli lokasi Ahmadiyah, supaya kita nyaman. Rubuhin aja ini, entah itu untuk pasum atau lainnya,” kata Abdul.

Camat Sawangan, Herry Restu Gumelar yang turun langsung ke lapangan bersama Kapolsek dan Danramil Sawangan mengatakan, bahwa pihaknya bertindak sesuai aturan seperti SKB Tiga Menteri, Fatwa MUI dan Peraturan Wali Kota Depok.

“Bahwa kegiatan yang mereka lakukan dianggap illegal. Itu kami sampaikan agar mereka bisa memahaminya. Persoalan ini harus diselesaikan dalam rangka memenuhi aspirasi masyarakat. Kalau mau diskusi silahkan,” ungkap Herry usai menemui jemaat Ahmadiyah.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan, pihaknya ikut mengawal aksi dan pertemuan agar tercipta suasana yang kondusif.

“Fokus kami hanya menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Salah seorang perwakilan Ahmadiyah Depok, Abdul Hafiz mengatakan, tuntutan warga yang disampaikan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

“Kami menilai masih kooperatif. Kami disini hanya solat biasa. Itu semua ada jalurnya (kalau mau dibubarkan,red),” tanggapnya.(dro godepo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here