Pemkot Tambah Tempat Tidur di Rumah Sakit untuk Pasien Covid 19

0

godepok-SeputarDepok. Jumlah keterisian atau okupansi pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Depok terus mengalami peningkatan dan menambah kapasitas tempat tidur di sejumlah rumah sakit.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, kepada wartawan mengatakan
tingkat keterisiannya bahkan rata-rata mencapai 80 persen.

Dadang Wihana, jumlah tersebut telah melebih batas yang dianjurkan WHO dalam keterisian rumah sakit penanganan  Covid-19.

“Rata-rata di atas 80 persen okupansi rumah sakit di Kota Depok,” ujarnya.

Dadang mengungkapkan, sebagai langkah mengantisipasi peningkatan keterisian rumah sakit akan pasien Covid-19, pihaknya menambah kapasitas tempat tidur di sejumlah rumah sakit.

RSUD Kota Depok misalnya, telah ditambah enam tempat tidur, sedangkan RS Hermina menambah delapan tempat tidur.

“Okupansi rumah sakit telah dilaporkan ke Wali Kota Depok dan Satgas Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dadang menuturkan, penyebab peningkatan Covid-19 di Kota Depok berasal dari klaster keluarga, perkantoran, dan Komunitas.

Sementara, untuk positif rate di Kota Depok telah mencapai 30 persen. Beberapa hari lalu bahkan penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 200.

“Penyebabnya karena pergerakan orang di Kota Depok cukup tinggi,” katanya.

Dia menambahkan, Gedung Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia (UI) Depok kini menjadi lokasi karantina pasien Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sebelumnya Wisma Makara UI menjadi lokasi pertama karantina bagi pasien Covid-19 di Depok.

Dadang menjelaskan, Gedung PSJ memiliki kapasitas 40 tempat tidur, dan terdapat delapan tenaga kesehatan yang siaga selama 24 jam setiap harinya.

“40 tempat tidur dan didukung oleh delapan orang nakes yang siap sedia untuk satu kali 24 jam. Sejak kemarin sudah mulai bisa digunakan,  jadi silahkan kepada warga yang akan melakukan isolasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, kriteria pasien yang bisa menjalani karantina Covid-19 di PSJ UI ini adalah mereka terkonfirmasi positif dan tidak bergejala (disertakan hasil swab), tidak memiliki komorbid (kondisi pemberat), tidak bisa menjalani isolasi di rumah.

Kriteria selanjutnya adalah berusia lebih dari 15 tahun dan maksimal 60 tahun, kondisi mandiri, berdomisili Depok disertakan  kartu tanda penduduk, dan memiliki surat rujukan dari Puskesmas maupun Rumah Sakit.

“Ini langkah-langkah yang kita lakukan karena perlu pemisahan antara yang memisahkan antara yang positif dengan negatif terutama yang ada di kelas dan keluarga,” ujarnya.(dro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here