Pengoperasia Hotel Dijadikan Ruang Isolasi Tunggu Gugus Tugas

0

godepok-SeputarDepok. Salah satu hotel di Jalan Margonda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji mempersiapkan sekitar 50 kamar yang akan dijadikan isolasi pasien Covid 19 dengan gejala ringan.

Salah satu manajemen Sifana Apri kepada wartawan mengatakan pihaknya telah
mengajukan diri untuk menjadi tempat isolasi mandiri pasien COVID-19, gejala ringan.

Namun sampai saat ini, pihak manajemen masih menunggu keputusan dari pihak terkait.

Ia menuturkan, pihaknya telah mengajukan permohonan tersebut sejak empat hari lalu.

“Dari Perhimpunan Hotel di Jawa Barat mengajukan ke kita, nah kita isi data-datanya bersedia gitu,” katanya pada Rabu(23/9).

Apri mengatakan, alasan pihaknya mendaftar tak lain karena omset yang menurun sejak pandemi COVID-19 terjadi.

“Ini dari manajemen, kita enggak bisa jawab. Mungkin juga kondisi sekarang ini kan sepi juga, mungkin kalau dipake itu ada pendapatanlah. Karyawan kita kan juga kan kena imbas karena sepi konsumen,” jelasnya

Dirinya berharap, dengan adanya kebijakan tersebut dapat membantu memulihkan perekonomian hotel.

“Ya lah, sekarang ini kan kita rugi untuk operasional, bayar karyawan. Omset sudah turun jauh, hancur, okupansinya cuma 15 persen sekarang,” katanya.

Keterpurukan itu terjadi sejak Januari.

“Ya, Januari, Februari masih mending. Tapi kesananya sudah hancur. Maret kita sudah tutup. Pertengahan Maret sampe Juli,” katanya.

Saat ini, lanjut April, pihaknya masih menunggu keputusan dari gugus tugas.

Jika pengajuan itu dikabulkan, maka Hotel Sifaana bakal menyiapkan sebanyak 50 unit kamar tidur.

Namun dengan catatan, yang bisa diterima hanyalah pasien dengan gejala ringan.

“Oiya kita ga mau kalau yang berat, kita terima yang OTG itu kita masih berani mau, cuma memang APD (alat pelindung diri)-nya yang sulit. Yang jelas kita ikutin prosedur harus pake APD,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak Hotel Sifaana. Namun demikian, Pradi mengaku dirinya belum bisa mengambil keputusan karena masih perlu berkoordinasi dengan gugus tugas dan pemerintah provinsi maupun pusat.

“Tentu ini harus kita apresiasi karena ditengah keterbatasan rumah sakit ada pihak hotel yang bersedia, ya alhamdulillah. Segera kami akan kaji dan koordinasi dengan gugus tugas,” katanya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here