Pengurus LPM se Beji Datangi Rektorat UI

0
34

godepok-SeputarDepok. Para pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat di Se-Kecamatan Beji pada Rabu (17/7) mendatangi kantor Rektorat Universitas Indonsia.

Kedatangan para ketua LPM se Kecamatan Beji mendatangi kantor Rektorat UI sebagai langkah membahas perencanaan penerapan parkir pra bayar masuk kampus UI.

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Beji Sutrisna atau yang biasa disapa Nano mengatakan kehadiran para ketua LPM datang ke kantor rektorat UI sebagai langkah membahas polemik penerapan prabayar masuk UI.

“Kami bersama rekan-rekan LPM lakukan komunikasi dengan perwakilan rektorat UI agar masalah yang saat ini ramai segera diselesaikan,” katanya.

Dia mengatakan seharusnya sebelum dilakukan penerapan program tersebut pihak UI melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan jajaran lainnya sehingga tidak terjadi gesekan seperti yang terjadi saat ini.

Nano menambahkan pihak UI sudah membuatkan jalan alternatif akan tetapi jalan tersebut masih kekurangan salah satunya masalah separtor di tengah jalan dan minimnya penerangan jalan umum.

Di lokasi sama Ketua Lembaga Pemberdaayaan Masyarakat Kelurahan Pondokcina Munir H Mukri menambahkan pertemuan antara LPM dengan rektorat UI sebagai langkah mencari jalan keluar yang terbaik antara pihak UI dan masyarakat.

Dia mengatakan di wilayah Kukusan infonya dibuatkan jalan baru namun dari arah Pondokcina tidak ada.

“Dari wilayah Kukusan sudah dibuatkan jalan alternatif, lah kenapa di wilayah engak dibuatkan juga,” katanya.

Diharapkan pertemuan antara pengurus LPM dengan pihak rektorat UI bisa menghasilkan kesepakatan yang terbaik tidak merugikan UI dan masyarakat juga.

Ketua RT 02/02 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji Doni Fajar kepada wartawan pada Selasa (16/7) mengatakan warga akan tetap menolak penerapan prabayar parkir UI.

“Kami tidak setuju jika ada pola penerapan prabayar parkir masuk UI,” katanya.

Dia juga menuding UI yang mengimbau warga melintasi Bycicle Outer Ring Road Utara hingga Selatan.

Jalur BORR sama saja meminggirkan warga dengan UI ditambah jalur BORR dinilai tidak layak akan sarana dan bisa menimbulkan tindak kriminal.

“Jalur BOOR kami nilai kurang layak kalau malam gelap kagak ada penerangan jalan,” katanya.

Ujicoba penerapan parkir berbayar di lingkungan Kampus Universitas Indonesia menyebabkan kemacetan panjang hingga dua kilometer.

Pantauan di pintu masuk dari Beji Timur antrian kendaraan roda dua sudah terlihat di Jalan Baiturahman hingga ke arah pintu masuk Politeknik Jakarta.

“Lah biasanya engak macet seperti ini, ini karena ada ujicoba tiket masuk UI,” kata salah satu warga Beji Timur Inawati.

Di lokasi lainnya di pintu Masuk UI di Kukusan antrian panjang juga sudah dimulai dari depan kantor Kelurahan Kukusan.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here