Pergub DIY No 6 Tahun 2019 Mantapkan Ke Istimewa Yogyakarta Dan Semangat Menjaga NKRI

0

godepok-Yogyakarta. Berkurangnya rasa kebersamaan, toleransi, dan gotong-royong di Daerah Istimewa Yogyakarta membuat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan PergubDIY no 6 tahun 2019 tentang pembentukan Jaga Warga.

Badan Kesatuan Kebangsaan Dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kesbangpol Gunungkidul bersama-sama melakukan sosialisasi Pergub DIY no 6 tahun 2019 tentang pembentukan Jaga Warga di pendopo kompleks Balai Desa Bendung, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (01/10/09).

Kepala Kesbangpol DIY Agus Supriyono SH dalam pemaparannya mengatakan tujuan di bentuknya Jaga Warga selain untuk menjaga kebersamaan di tengah masyarakat untuk menunjukkan bahwa Yogyakarta memang benar istimewa.

“Saat ini memang masyarakat kita di Jogja sudah hampir terkikis rasa solidaritas nya, melihat hal tersebut Gubernur memiliki ke khawatiran, sehingga beliau menerbitkan Perda no 6 tahun 2019 ini, tentang Jaga Warga,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan di bentuk nya jaga warga di setiap desa ini guna mensinergikan lembaga yang sudah ada dan mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada di dalam masyarakat.

“Jaga Warga ini kedudukannya sama dengan lembaga yang sudah ada di desa seperti LPMD, PKK dan lainnya, namun Jaga Warga ini lebih mensinergikan lembaga yang sudah ada,” jelas agung.

Dalam kesempatan yang sama kepala Kesbangpol Gunungkidul Drs. Wahyu Nugroho M.Si mengatakan selain Jaga Warga tingkat desa, di tingkat dusun ada Forum Jaga Warga.

“Komposisi Jaga warga ini dapat di isi oleh tokoh masyarakat atau pun orang yang sudah menjabat di lembaga lainnya, namun untuk kepala dusun dan perangkat desa lainnya tidak boleh masuk dalam komposisi Jaga warga, karena kepala dusun dan perangkat desa yang lainnya akan bekerjasama atau berkoordinasi dengan dengan Jaga Warga dalam menanggani semua permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Wahyu.

Ia pun menambahkan untuk pendanaan sesuai dengan Pergub no 6 pasal 18 pembiayaan Pelaksanaan kegiatan Jaga Warga di bebankan kepada swadaya dan partisipasi masyarakat, APBD Kabupaten, dan sumber dana lain yang tidak mengikat dan sah.

Sosialisasi Pergub no 6 tahun 2019 ini di ikuti oleh 10 kepala desa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Di sela-sela sosialisasi Pergub jaga warga tim Kesbangpol menyempatkan melihat sumber mata air Artesis di dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul.(wahyu godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here