Pernyataan Warga Depok Terkait Wacana Ganjil Genap di Margonda

4
Situasi Jalan Margonda

godepok – Penerapan ganjil genap di sepanjang Jalan Margonda, Kota Depok menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat umum ada yang pro dan kontra.

Salah satu tetua kampung di Pondokcina, Kecamatan Beji Djaya Kasawilaga kepada wartawan mengatakan dirinya sangat
setuju penerapan ganjil genap untuk kendaraan yang melintas di jalan-jalan yang diketahui padat arus lalu lintasnya, seperti Margonda, Arif Rahman Hakim, Nusantara Raya dan Dewi Sartika.

Dia mengatakan dengan adanya penerapan ini sehingga bisa menghapus penerapan rekayasa lalu-lintas Sistem Satu Arah di Jalan Dewi Sartika-Nusantara yang sebelumnya diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Depok.

“Di Jakarta menerapkan ganjil genap boleh dibilang tidak ada hambatan, apalagi Depok kami setuju penerapan tersebut,”katanya.

Djaya menambahkan, tidak ada langkah lain untuk solusi atau jalan keluar untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Margonda, dan jalan-jalan lainnya di Kota Depok.

Satu satunya penerapan ganjil genap tapi lakukan penerapannya dengan bijak jangan sekedar uji coba atau seperti penerapan Sistem Satu Arah yang dinilai sebenarnya itu gagal total diihat dampak di jl. Dewi Sartika macet tetap tak terurai, pedagang bangkrut dan Pemda lepas tangan.

Hendaknya kalau ada perencanaan tentang perlalulintasan, seyogyanya Pemda Depok, mengikut sertakan pakar lalu lintas dari akademisi dari Perguruan Tinggi, juga diikut sertakan tokoh-tokoh masyarakat Depok.

Dia mengatakan menghapus SSA justru lebih baik, apalagi Margonda membongkar separator yang tidak ada gunanya lagi, akan banyak memperlancar arus yang kini macet.

Sementara itu wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji Friansyah memberikan dukungan dengan langkah penerapan sistem ganjil genap di Jalan Margonda.

Dia mengatakan tidak perlu di akui atau tidak kepadatan lalu lintas di jl raya margonda di akibatkan oleh beban kendaraan yang melintas yang di sinyalir tidak sepenuhnya di kendarai oleh warga Depok

Perlunya penerapan aturan yang sepenuh hati, dan perlunya tindakan di siplin pengendara bermotor dan para pengemudi angkot + sepedah motor yang masih menggunakan jalan bukan peruntukannya.

“Kami setuju penerapa ganjil genap sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu-lintas di Jalan Margonda karena kemacetan di jalan tersebut sudah dikatakan parah setiap akhir pekan,”katanya.

Friansyah mengatakan mengingat di Jalan Margonda saat ini sudah sangat padat untuk itu perlu di siasati dengan aturan ganjil genap.

“Apabila itu dapat di laksanakan kami rasa akan membawa dampak yang positif untuk mengurangi polusi udara di area Margonda,”katanya.

Sementara itu warga lainnya Rahmat menolak wacana penerapan sistem ganjil genap di Jalan Margonda dikarenakan di Depok tidak ada jalan alternatif lain sehingga bisa menyusahkan pengendara bermotor untuk menuju tujuannya.

“Kalau kita tahu kalau di Jakarta ada jalan alternatif lainnya, namun di Kota Depok tidak ada jalan alternatifnya,”katanya.

Stanley warga lainnya dengan adanya penerapan sistem ganjil genap sepatutnya pembayaran pajak kendaraan bisa dikurangi.

Sebagai langkah mengatasi kemacetan lalu-lintas di sepanjang Jalan Margonda Dinas Perhubungan Kota Depok berencana akan menerapkan ganjil genap pada akhir pekan atau weekend.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana kepada wartawan pada Senin(6/8)mengatakan rencana rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan di beberapa titik kemacetan salah satunya Jalan Margonda.

“Beberapa kebijakan, telah kita kaji sesuai arahan dari Wali Kota Depok. Jadi ada wacana ganjil genap terutama waktu hari libur Sabtu dan Minggu,”katanya.

Dia mengatakan setiap akhir pekan atau weekend kondisi lalu-lintas di Jalan Margonda kerap mengalami kemacetan karena banyak warga Depok dan luar Depok yang berlibur ke pusat perbelanjaa di Jalan Margonda.(aji godepok)

4 COMMENTS

  1. Jl. Margonda buat jalur kendaraan umum dan nyaman dulu seperi Busway biar masarakat beralih ke kendaraan umum separator jalan antra jalur lambat ke cepat tidak efektif tambah macet kalau mau peraturan ganjil genap dilakukan.

  2. trotoar baru yg di bangun depan margocity ngga jelas, sejak dibangun itu arah pulang kendaraan numpuk,. pemda depok yg ngga jelas bangun trotoar di akhir th 2017, karna kendaraan dr arah margo city, jalur lambat, jalur cepat, dan yg ke spbu, ditambah putar balik,. 4 penumpukan sejak dibangun trotoar itu,.

  3. Aturan dibuat tp tdk diikuti dgn law enforcement yg bagus, aturan dibuat hanya utk pencairan apbd aja, lihat aja separator di margonda, apa fungsinya, cuma bikin macet aja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here