Petilasan Raden Kebo Kanigara Aset Wisata Religius Desa Rejosari

0
882

godepok/Gunungkidul – Ki Ageng Kebo Kanigoro adalah ningrat Majapahit yang dalam darahnya mengalir trah Brawijaya V, penguasa terakhir Majapahit. Ia putera Adipati Andayaningrat, Adipati Pengging yang menikahi Ratu Pembayun, puteri  Brawijaya.

Urut-urutan sejarahnya dimulai saat Prabu Brawijaya V menikahi Putri Champa, Dewi Anarawati.  Lalu, lahir tiga anak;  seorang putri, dinikahkan dengan Adipati Handayaningrat IV, penguasa wilayah Pengging. Yang kedua, Raden Lembu Peteng, berkuasa di Madura. Dan yang ketiga Raden Jaka Gugur.

Adipati Handayaningrat IV dan putri sulung Prabu Brawijaya V, melahirkan Raden Kebo Kanigara dan Raden Kebo Kenanga. Selisih usia mereka hanya satu tahun, Kanigara lahir 1472 M sedang Kenanga tahun 1473 M.

Raden Kebo Kanigara sudah meninggalkan istana, sejak muda. Niatnya pergi meninggalkan Pengging untuk menjadi Vanaprastha, seorang pertapa muda. Perjalanan spiritual Kanigara sangat panjang, hingga kemudian sampai di punggung Gunung Merapi.

Adalah petilasan kali gayam yang terletak di Dusun Kali Gayam, Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul yang konon di percaya sebagai petilasan pertapaan Raden Kebo Kanigara, dari petilasan Kali Gayam ini terlihat sebuah batang kayu jati tua roboh yang di percaya robohnya pohon jati tua ini di karenakan kesaktian Raden Kebo Kanigara saat tapa/ semedi berdiri dan bersandar pada pohon jati tersebut.

Sejarah petilasan Kali Gayam ini di ceritakan Tolu Edi Sumarwan (73) seorang juru kunci petilasan Kali Gayam saat di temui media, Selasa (22/10/09).Tolu mengatakan sampai saat ini petilasan Kali Gayam masih ramai di kunjungi masyarakat dari luar Gunungkidul.

“Banyak yang berkunjung mas, yang paling banyak itu orang solo dan Sukoharjo, biasanya mereka ke sini untuk memanjatkan doa,” katanya.

Tolu juga menjelaskan bahwa pohon jati tua yang ambruk sangat bertuah sehingga tidak sembarangan orang bisa membawa pulang serpihan kayu jati itu, ia mengatakan banyak juga pejabat yang datang kesini untuk meminta sesuwunan agar keinginannya terkabul.

Saat Sri Sultan Hamengku Buwono x melakukan kunjungan kerja ke Desa Rejosari pun menyempatkan melihat petilasan Raden Kebo Kanigara.

Tolu berharap dengan adanya petilasan ini pemerintah provinsi dapat memperhatikan keberadaannya sehingga dari petilasan ini mampu di jadikan sebagai obyek wisata religius bagi masyarakat.
(WAP Kontri Gundul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here