Pol PP Tolak Nahan Anak Saat Razia Masker

0
5

godepokSeputarDepok, Anggota Satpol PP dan petugas tim Satgas Gugus Covid 19 Depok menolak dituding menahan seorang anak saat melakukan razia masker di Jalan Margonda – Siliwangi, Pancoran Mas.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny
mengatakan bahwa anggotanya di lapangan tidak pernah menahan seorang anak sebagai jaminan, terkait sanksi denda bagi pelanggar yang tak mengenakan masker.

Dia mengatakan kejadian bermula ketika anggotanya mendapati seorang wanita dan anaknya yang tidak memakai masker berada di dalam angkutan kota di simpang Jalan Siliwangi, Pancoran Mas pada (27 Juli 2020. Adanya pelanggar tersebut anggotanya mengimbau ibu dan anaknya itu untuk turun dari angkot.

“Saat itu kami mengamankan seorang ibu dan anak yang sedang naik angkot,”katanya.

Kemudian, lanjutnya, anggota melakukan pendataan namun ibu tersebut tidak membawa identitas karena rumahnya dekat, ibu itu minta izin mengambil identitas dahulu dan tidak dilarang.

Lienda membantah jika pihaknya menerima anak dari ibu tersebut sebagai jaminan tidak membayar jaminan denda masker dan terkait adanya informasi anak yang dikatakan disandera atau jadi jaminan, tidak seperti itu. Pihaknya tak pernah meminta pada si pelanggar untuk menitipkan anaknya di tangan petugas.

“Ini yang harus saya tegaskan, bukan keinginan kami anak itu tinggal di tempat petugas yang melaksanakan kegiatan, tapi memang ibunya sendiri menitipkan ke anggota kami,” ujarnya.

Kala itu, wanita tersebut terlihat buru-buru sedangkan cuaca sedang tidak bersahabat karena cukup panas dan faktor lain.

“Dia rumahnya dekat enggak terlalu jauh dari lokasi penertiban. Nah cuaca saat itu panas jadi lebih praktis anaknya tidak dibawa pulang,”katanya.

“Dia si ibu ini pulang mau ambil KTP. Nah anaknya dititipkanlah sama kami, masak kami tolak, kan kasihan anaknya juga,” ujarnya.

Selama dititipkan di pos anak tersebut dijaga dengan baik. Hal itu tidak berlangsung lama karena si ibu langsung kembali.

“Anaknya kami jaga baik dan terpenting ini bukan kemauan kami anaknya ditinggalkan tapi ibunya sendiri yang menitipkan ke kami. Anak itu kami perlakukan dengan sangat baik, bahkan sempat bercanda dengan anggota kami,” kata dia.

Lebih lanjut, Lienda mengungkapkan, pihaknya bertugas berdasarkan ketentuan yang berlaku dan itu dilandasi dengan Peraturan Wali Kota Nomor 37 tahun 2020.

“Pada 4 Juni sudah ada norma sanksi denda administrasi, namun selama ini kami belum tetapkan, yang kami terapkan teguran dan sanksi sosial,” kata dia.

Namun ketika ada program dari Gugus Tugas COVID-19 Kota Depok, oleh tim terpadu dilaksanakan kegiatan Depok bermasker.

Hal ini diawali dengan sosialisasi pada 20-22 Juli 2020 agar masyarakat mengetahui ada program yang akan ditindaklanjuti dengan sanksi denda.

Lienda mengatakan, langkah ini merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat agar tetap disiplin menggunakan masker demi kebaikan bersama.

Lienda menegaskan, penertiban (operasi) ini adalah rangkaian dari gerakan Depok bermasker dan dilandasi dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Masker ini untuk melindungi diri sendiri juga melindungi orang lain di masa pandemi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dia berharap semua pihak dapat menaati protokol kesehatan terkait penyebaran penyakit COVID-19 di Kota Depok.(dro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here