Puan Berbicara Kesetaraan Gender, Dalam Rangka Hari Perempuan Sedunia

0
9

godepok-Nasional, — “Generasi Kesetaraan: Mewujudkan Hak-Hak Perempuan” menjadi tema peringatan Hari Perempuan Se-dunia tahun 2020 yang diperingati setiap tanggal 8 Maret. Tema itu ditindaklanjuti dengan kampanye Generasi Kesetaraan yang bertujuan untuk menyatukan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang, baik yang berbeda gender, usia, etnis, ras, agama dan suku untuk menciptakan dunia setara berkemanusiaan yang semua orang layak dapatkan.

Saat ini Perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran yang strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang: ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lain-lain.

Saya selalu mengingatkan kepada semua pihak agar menyertakan perempuan dalam seluruh proses pembangunan. Namun partisipasi perempuan itu bukan sekadar kebijakan afirmatif, akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Tanpa kesadaran akan penghargaan harkat dan martabatnya sebagai manusia maka perempuan akan terus menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.

Oleh karena itulah, masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan memfasilitasi berbagai program dalam rangka memperkuat peran perempuan secara konsisten.

Sebagai Ketua DPR saya menekankan beberapa agenda yang perlu menjadi perhatian kita bersama dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender, antara lain adalah:
• Meningkatkan pemahaman dan perspektif perempuan bahwa perempuan dapat berperan di berbagai sektor.
• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.
• Penguatan regulasi nasional untuk menjamin peran perempuan.
• Membangun kerjasama antar berbagai kelompok dan negara untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi peran perempuan.

Menghadapi tantangan masa depan, perempuan juga harus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, serta harus semakin mampu mengorganisir, dan menghasilkan kepemimpinan perempuan yang inspiratif.

Saya percaya negara tidak mungkin sejahtera dan maju jika para perempuannya tertinggal. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus menjadi agenda kerja bersama kita, gotong royong pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Saya meyakini bahwa inti dari pembangunan kesetaraan dan keadilan gender, bukanlah meneguhkan siapa yang mendominasi dan didominasi, melainkan menemukan koridor untuk saling berbagi secara adil dalam segala aktivitas kehidupan tanpa membedakan jenis kelaminnya. Inilah semangat yang harus kita tanamkan bersama dalam membangun dunia dimana perempuan dan laki-laki dalam harkat, martabat, kemajuan dan kesejahteraaan yangg sama.

Saya ingin menggambarkan peran laki laki dan perempuan seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, bahwa laki-laki dan perempuan bagaikan dua sayap seekor burung. Jika masing-masing sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika salah satu sayapnya patah, maka tak dapatlah terbang burung itu.

Selamat Hari Perempuan Internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here