Puluhan Preman dan Remaja Diamankan Beserta Miras dan Sejata Tajam

0
Preman yang di amankan kepolisian

godepok – Aparat Kepolisian Polresta Depok pada Minggu (9/9) malam mengamankan puluhan preman dan remaja diduga mau tawuran di sekitar wilayah hukum Polresta Depok.

Selain itu sejumlah senjata tajam dan ratusan botol minuman keras (miras) dan drum isi miras oplosan diamankan anggota sebagai barang bukti.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto kepada wartawan mengatakan operasi cipta kondisi menurunkan sekitar 100 personil berhasil mengamankan sebanyak 16 remaja diduga mau tawuran di daerah Beji, diamankan bersama enam bilah senjata tajam jenis celurit dan 14 motor milik para pelaku.

Sedangkan untuk Polsek Pancoran Mas operasi dibawa pimpinan Kapolsek Pancoran Mas Kompol Agus Roni Wowor berhasil mengamankan seorang timer RA,21 di terminal dan penjual miras CG,22, di pinggir Jalan Margonda dekat Terminal Depok sejumlah 118 botol ditambah 2 buah drum isi masing-masing 25 liter miras oplosan jenis tuak serta 11 botol air mineral diisi tuak.

Hasil operasi yang ditingkatkan dalam upaya cipta kondusif total anggota berhasil mengamankan 33 orang yang terdiri dari preman (timer), pa ogah, pengamen, pelaku kejahatan, penjual miras, dan remaja yang akan mau tawuran.

“Operasi cipta kondusif kita lakukan serentak di jajaran Polres dan Polsek. Selain melakukan patroli stationer ke titik-titik rawan tawuran maupun aksi premanisme dan kejahatan, petugas juga melakukan patroli ke lokasi rawan peredaran miras juga,”katanya.

Dari puluhan orang yang diamankan sebanyak 19 orang diantaranya diduga melakukan tindak kejahatan kriminalitas jalanan.

“Ada 16 remaja yang diduga mau melakukan tawuran di daerah Beji berhasil diamankan oleh anggota kita dengan 6 bilah senjata tajam jenis celurit dan 14 motor sudah diamankan anggota Polsek Beji,”katanya.

Lalu tiga orang lainnya yaitu dua orang S,14, dan R,14, pelajar SMP kelas 1 diduga menjual senjata tajam secara online.

Dia menambahkan akan terus berupaya melakukan pemberantasan preman dan aksi premanisme dalam rangka memberikan rasa aman kepada seluruh warga masyarakat sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman serta terhindar dari rasa takut dan kawatir untuk melakukan aktivitasnya.

“Semaksimal mungkin kita akan terus berupaya memberikan kenyamanan dan ketertiban untuk dapat menjaga kamtibmas aman dan kondusif,”katanya.

Oleh masing-masing anggota yang telah berhasil mengamankan hasil tangkapannya langsung dilakukan penyelidikan jika memang terbukti bersalah bisa diproses hukum jika tidak masuk unsur hanya diberikan pembinaan saja serta barang bukti yang diamankan disita petugas.

Sementara itu S, 14, pelajar SMP kelas 1 warga Depok ini mengaku menjual senjata tajam jenis celurit secara online ini keuntungan yang didapatkan untuk digunakan buat main games.

“Sudah lima kali saya menjual senjata tajam secara online melalui Facebook. Setiap senjata tajam yang dijual seharga Rp.80 ribu dengan keutungan tipis Rp.10 ribu untuk persatuannya. Keuntungan jualan sajam digunakan buat main games bersama teman-teman di rental,”katanya.

Remaja yang tinggal di Depok ini, berhasil diamankan oleh anggota Jaguar Polresta Depok usai dipancing petugas di Jalan Juanda, Sukmajaya.

“Saya mengaku bersalah pak, jual senjata tajam hanya iseng-iseng saja buat nambah uang jajan,”katanya.(aji godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here