Ramson Siagian : Dana Bansos Harus Tetbuka

0
Suasana Rapat Paripurna ke II DPR RI tahun Sidang 2018 - 2019

godepok – Jakarta.  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Paripurna ke II tahun sidang 2018-2019  beserta Nota Keuangan  yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai wakil dari Pemerintah.

Ramson Siagian Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Anggota Komisi VII DPR-RI fraksi Gerindra, Ramson Siagian menyoroti jumlah bantuan sosial di 2019 yang mengalami peningkatan. Di mana sebelumnya, alokasi bantuan sosial (bansos) terutama anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hanya Rp 17 triliun, kemudian naik menjadi Rp 34,4 di 2019.

Ramson mengatakan, dalam pemberian dana bantuan sosial pemerintah harus memberi keterangan kalau sumber pendanaan bantuan sosial berasal dari uang rakyat, menghindari anggapan bahwa dana tersebut berasal dari Presiden Joko Widodo.

“Untuk 4 bulan terakhir karena sudah dilaksanakan pendaftaran presiden. Sampai bulan April 2019, pemerintah agar memberikan setiap bantuan sosial dalam bentuk tunai secara langsung agar disampaikan bahwa itu uang rakyat diberikan pada rakyat. Itu uang rakyat, bukan uang Presiden,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/8).

Ramson menambahkan, semua bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat berasal dari pendapatan berupa perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) maupun utang. Untuk itu, pemerintah harus terbuka mengenai sumber bantuan sosial ini agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat.

“Karena memang semua pendapatan negara, PNBP hasil bumi, serta utang yang dibuat pemerintah akan menjadi beban rakyat masa sekarang dan akan datang,” jelasnya.

Sri Mulyani, menanggapi pernyataan Partai Gerindra melalui juru bicara Ramson Siagian bahwa pemerintah telah memberitahukan kepada masyarakat dana bansos memang berasal dari uang rakyat. Hal itu selalu disampaikan dalam media sosial Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Di dalam medsos Kemenkeu kami selalu menyampaikan ini uang kita, uang rakyat. Jadi menurut saya, kami dulu dari mereka (Fraksi Gerindra),” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI.

Meski demikian, Sri Mulyani pun menerima masukkan dari Fraksi Gerindra tersebut agar pemerintah selalu memperbaiki kinerja perekonomian negara dan tetap waspada terhadap kebijakan yang akan dilakukan.

“Jadi menurut saya enggak usah khawatir terhadap hal itu,” kata dia.(bhimo godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here