Rencana Pembangunan Monorel Didukung Penuh Oleh BPTJ

0

godepok-SeputarDepok. Rencana Pemerintah Kota Depok tentang pembangunan transportasi masal berbasis rel atau kerap disebut Monorel yang sempat ramai diperbincanngkan akhirnya menemui titik terang, pasalnya rencana tersebut di dukung penuh oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Pada prinsipnya kami dukung, karena ini sesuai Perpres No 5 Tahun 2018 dan sudah ada juga dalam rencana transportasi Jabodetabek. Jadi, ada dua dukungan yang kami berikan untuk Depok, yaitu, memperjuangkan proyek pembangunan monorel ini masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional dan kami akan bantu studi Outline Business Case (OBC) di tahun ini,” ujar Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Eddy Nursalam kepada wartawan usai menjadi narasumber dalam acara Forum Renja Dinas Perhubungan di Depok, Senin (24/2) kemarin.

Lebih lanjut Eddy Nursalam mengatakan, setelah penyelesaian OBC akan dilanjutkan dengan Final Business Case (FBC) dan Detail Engineering Design (DED). Beberapa tahapan tersebut nantinya dibantu juga oleh BPTJ.

“2021 kami targetkan seluruh dokumen-dokumennya selesai dan 2022 mudah mudahan sudah terbangun, rencananya satu koridor dulu yaitu dari Stasiun Depok Baru sampai Bojongsari, nanti akan disambung ke Parung,” terangnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk usulan transportasi berbasis rel ini belum bisa ditentukan teknologinya apa karena masih harus menunggu hasil dari OBC yang akan dilaksanakan tahun ini.

“Jadi saat ini belum dapat dikatakan apakah teknologinya nanti itu trem, LRT, MRT, atau monorel, dan terkait pendanaan tentu harus koloborasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi terhadap renspon baik dari BPTJ yang mendukung rencana pembangunan transportasi massal di Kota Depok, pasalnya, Pembangunan transportasi berbasis rel tersebut merupakan satu dari beberapa usulan yang diajukan kepada pemerintah pusat.

“Saat ini BPTJ sedang tahap lelang untuk membuat FBC yang menjelaskan secara rinci terkait cakupan biaya, keterjangkauan, risiko, rute pengadaan, dan jadwal proyek, sehingga dapat dikawal terus hingga nantinya bisa terealisasi,” tandasnya.(win godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here