Resindence Dijadikan Mesum Terancam Disegel

0
11

godepok-SeputarDepok. Bangunan dua lantai resindence yang dijadikan rumah kos dengan sewa perjam berlokasi di Jalan Kartini Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas diperingkatkan satpol PP bahkan terancam disegel.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany kepada wartawan mengatakan pihaknya akan memanggil pemilik indekos.

Tak menutup kemungkinan, ada sanksi yang akan dijatuhkan ke pemilik indekos tersebut.

“Kita akan panggil pemilik residence rumah kos, pihaknya akan melakukan tindakan serius terkait kasus ini,” katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara, tempat penginapan tersebut biasa di sewa jam-jaman dan berpotensi terjadi pelanggaran asusila.

Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut SatpolPP.

Lienda menduga, indekos itu dipakai diduga oleh sejumlah pelaku prostitusi sebagai tempat mangkal.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Pihaknya menemukan pesan-pesan bermuatan ‘Open Booking’ saat melakukan pemeriksaan terhadap beberapa wanita yang diamankan tersebut.

“Kami masih dalami apakah mereka tergabung dalam satu kelompok pekerja seks komersial. Dari 23 yang diamankan ada yang berstatus pacaran, ada yang bookingan,” katanya.

Pihaknya pada Jumat(26/6) malam menggerebek rumah kos di Jalan Kartini, Pancoran Mas Kota Depok.

Penggerebekan tersebut berdasarlan informasi dari tokoh masyarakat dan penyelidikan Satpol PP Kota Depok tentang wisma yang dijadikan tempat mesum.

Setelah memastikan informasi yang didapat, Satpol PP Kota Depok melakukan razia dan mengamankan puluhan remaja di lokasi wisma tersebut.

“Ya, mereka kepergok sedang berduaan di dalam kamar di salah satu tempat penginapan seluruhnya terbukti berstatus belum nikah, dan sebagian besar di antaranya masih pelajar,” katanya.

Dia menuturkan, pihaknya terpaksa melakukan penggerebekan karena banyaknya aduan atau keluhan dari masyrakat yang mengaku resah dengan aktivitas di tempat tersebut.

Lienda mengatakan, dari tempat itu pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 50 orang.

“Dengan perician wanita 23 orang, laki-laki 27 orang. Ini rata-rata masih remaja,” katanya.

Selanjutnya, mereka yang terjaring dalam operasi tersebut kemudian dibawa ke markas SatpolPP untuk pendataan dan pembinaan.

Lienda juga mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan serius terkait kasus ini.

“Setiap pelanggaran akan ada konsekuensinya,” tegas Lienda

Dari hasil penyelidikan sementara, tempat penginapan tersebut biasa di sewa jam-jaman dan berpotensi terjadi pelanggaran asusila. Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut Satpol PP.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here